Harga Ikan di Jember Stabil, Cuaca Buruk Batasi Pasokan di TPI Puger
- 05 Juni 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Harga Ikan di Jember Stabil, Cuaca Buruk Batasi Pasokan di TPI Puger
JEMBER, 05 JUNI 2026 - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember melalui petugas pelaksana melakukan survei harga ikan di Pasar Kepatihan, Pasar Tanjung, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger, Rabu 03 Juni 2026. Hasil pemantauan menunjukkan harga berbagai komoditas perikanan secara umum masih berada dalam kondisi stabil.
Survei dilakukan oleh Amira Masitha, S.Pi., APHP Ahli Pertama, Rizky Dewantara, S.Pi., Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Pertama, serta Choirul Anam, A.Md.Pi., APHP Terampil. Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Tanjung dan Pasar Kepatihan, sebagian besar komoditas ikan tidak mengalami perubahan harga yang signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Beberapa komoditas tercatat mengalami perubahan harga dalam skala terbatas. Kenaikan harga terjadi pada ikan gurami, sedangkan penurunan harga terpantau pada ikan kakap merah. Namun, perubahan tersebut masih relatif kecil dan belum menunjukkan adanya gejolak pasar.
Menurut Amira Masitha, kondisi harga ikan di pasar tradisional Kabupaten Jember saat ini masih cukup kondusif.
“Secara umum harga ikan di Pasar Tanjung dan Pasar Kepatihan relatif stabil. Memang terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga, tetapi perubahannya tidak terlalu besar sehingga belum berdampak signifikan terhadap kondisi pasar. Ketersediaan pasokan dan permintaan masyarakat masih dalam kondisi seimbang,” ujar Amira.
Komoditas utama seperti udang, cumi-cumi, ikan kembung, kuniran, bandeng, tongkol, kerang, teri, lele, dan gabus tercatat stabil pada sebagian besar pedagang. Kondisi ini menjadi indikator bahwa distribusi dan pasokan hasil perikanan masih berjalan dengan baik.
Sementara itu, hasil pemantauan di TPI Puger juga menunjukkan tren harga yang relatif stabil. Komoditas seperti udang, cumi-cumi, kuniran, tongkol, balakutak, anyi-anyi, kepiting, bandeng, putihan, dan nila hanya mengalami perubahan harga berkisar antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per kilogram.
Meski demikian, petugas mencatat jumlah komoditas yang masuk ke TPI Puger masih terbatas. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang kurang bersahabat bagi aktivitas nelayan.
Amira menjelaskan, kondisi cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi volume pasokan ikan dari nelayan ke tempat pelelangan.
“Cuaca yang kurang menentu menyebabkan aktivitas melaut nelayan tidak dapat berjalan optimal. Akibatnya, jumlah hasil tangkapan yang masuk ke TPI Puger menjadi lebih terbatas. Meskipun demikian, harga ikan masih terjaga dan tidak mengalami fluktuasi yang berarti,” katanya.
Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember akan terus melakukan pemantauan harga serta ketersediaan pasokan ikan secara berkala guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pasar perikanan tetap terjaga.
Dengan kondisi harga yang relatif stabil, baik di pasar tradisional maupun di TPI Puger, sektor perikanan Kabupaten Jember masih menunjukkan daya tahan yang baik meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca yang memengaruhi aktivitas penangkapan ikan di laut. (div)