Hasil Monev Jadi Bahan Penguatan Penyaluran Bantuan Pangan Jember
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Hasil Monev Jadi Bahan Penguatan Penyaluran Bantuan Pangan Jember
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 - Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyaluran Bantuan Pangan periode Juli–September 2026 menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketepatan data dan kelancaran distribusi bantuan pangan kepada masyarakat di Kabupaten Jember.
Monev yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, oleh Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember melalui Bidang Ketahanan Pangan mencakup Desa Tugusari dan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, serta Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru.
Dari hasil pemantauan, Desa Sukorejo memiliki tiga dusun, yakni Dusun Krajan, Dusun Karang Semandi, dan Dusun Tegal Gebang, dengan jumlah penerima bantuan pangan sebanyak 1.456 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Februari–Maret sebelumnya.
Sementara itu, Desa Rowotengah terdiri atas Dusun Krajan, Dusun Gondosari, dan Dusun Sadengan, dengan jumlah penerima bantuan pangan sebanyak 1.632 PBP.
Monev juga mencatat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses penyaluran berikutnya. Salah satunya berkaitan dengan kelengkapan alamat pada undangan penerima. Data alamat yang belum lengkap dapat menyulitkan proses pendistribusian dan pencarian penerima di lapangan.
Selain itu, perubahan pada aplikasi pendukung penyaluran menjadi bagian yang turut dievaluasi. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan kesiapan administrasi agar proses distribusi dapat berjalan lebih efektif.
Di Desa Tugusari, penyaluran yang semula dijadwalkan pada saat pelaksanaan monev belum dilakukan karena masih diperlukan koordinasi dengan pemerintah desa terkait pemilahan undangan penerima.
Dokter hewan Welas Wahyu W. menyampaikan bahwa hasil monitoring menjadi dasar untuk melakukan perbaikan pada proses penyaluran selanjutnya.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami dapat melihat hal-hal yang perlu diperbaiki di lapangan. Harapannya, koordinasi dan ketepatan data dapat terus ditingkatkan sehingga proses penyaluran bantuan pangan berikutnya berjalan lebih tertib dan tepat sasaran.”
Hasil monev tersebut diharapkan menjadi bahan tindak lanjut bagi pihak terkait, khususnya dalam meningkatkan kualitas data penerima, kelengkapan informasi alamat, serta koordinasi antara petugas dan pemerintah desa. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, penyaluran bantuan pangan diharapkan semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima. (ran)