Home Care Ajung, Lansia dan Penyandang Disabilitas Diperiksa Langsung ke Rumah
- 06 November 2026
- Dibaca 128 Kali
Bagikan Via:
Home Care Ajung, Lansia dan Penyandang Disabilitas Diperiksa Langsung ke Rumah
JEMBER, 06 NOVEMBER 2026 – Program Home Care di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus diperkuat melalui monitoring dan evaluasi serta kunjungan langsung kepada sasaran. Pada Jumat, 06 November 2026, tim melakukan pendampingan sekaligus pemeriksaan kesehatan terhadap empat warga di Desa Pancakarya.
Monitoring dan pendampingan tersebut melibatkan Tim BPBD Kabupaten Jember, Camat Ajung, Kepala Puskesmas Ajung, Kepala Desa Pancakarya, Tim LRT, LSN dan Srikandi, serta Tim Home Care UPTD Puskesmas Ajung.
Koordinator Home Care Kecamatan Ajung sekaligus Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mengatakan kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan menjangkau sasaran yang membutuhkan, termasuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Berdasarkan data yang telah tersinkronisasi dengan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES), capaian Home Care di Kecamatan Ajung tercatat tinggi. Pada Agustus 2026, capaian kunjungan mencapai 100 persen. Angka tersebut kemudian berada pada 97,1 persen pada September dan kembali meningkat menjadi 99,9 persen pada Oktober 2026.
“Monitoring dan pendampingan dilakukan untuk memastikan sasaran Home Care mendapatkan pelayanan secara langsung, sekaligus mengetahui kondisi kesehatan dan kebutuhan tindak lanjut masing-masing pasien,” ujar Edy Budi Susilo.
Dalam kunjungan pada pekan pertama November 2026, sasaran pertama yang didatangi adalah Ny. Tohani, perempuan berusia 71 tahun yang tinggal di wilayah Krasak, Desa Pancakarya. Tohani merupakan lansia yang tinggal seorang diri. Saat dikunjungi, yang bersangkutan tidak menyampaikan keluhan kesehatan.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan fisik, tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah Tohani tinggi, sedangkan gula darah, kolesterol dan asam urat masih berada dalam rentang normal. Tohani diketahui memiliki riwayat hipertensi dan tidak memiliki diabetes.
Petugas merekomendasikan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada bulan berikutnya untuk memantau kondisi tekanan darahnya.
Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Ny. Muniah, perempuan berusia 66 tahun, yang juga tinggal di Krasak, Pancakarya. Muniah tinggal bersama adiknya dan saat dilakukan pemeriksaan tidak mengalami keluhan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tekanan darah tinggi. Sementara itu, gula darah, kolesterol dan asam urat berada dalam rentang normal. Namun, Muniah menyatakan menolak dilakukan kunjungan Home Care berikutnya. Dengan keputusan tersebut, petugas tidak menjadwalkan pemeriksaan rutin pada bulan depan.
Tim kemudian mengunjungi Nn. Nia Romadani, perempuan berusia 18 tahun yang merupakan sasaran penyandang disabilitas intelektual. Saat kunjungan berlangsung, Nia tidak mengalami keluhan kesehatan.
Pemeriksaan fisik dan skrining meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol serta asam urat. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. Sementara gula darah dan asam urat masih berada dalam rentang normal.
Nia diketahui memiliki riwayat hipertensi dan tidak memiliki diabetes. Petugas akan melakukan pemeriksaan rutin kembali pada bulan depan untuk memantau kondisi kesehatannya.
Sasaran terakhir adalah Ny. Tija, perempuan berusia 81 tahun yang tinggal seorang diri di Krasak, Pancakarya. Tidak terdapat keluhan kesehatan saat petugas melakukan kunjungan.
Pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tekanan darah tinggi. Hasil pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat juga berada dalam rentang normal. Meski memiliki riwayat hipertensi dan tidak memiliki diabetes, kondisi Tija saat kunjungan terpantau baik.
Petugas tetap menjadwalkan pemeriksaan rutin pada bulan berikutnya sebagai langkah pemantauan berkelanjutan.
Edy Budi Susilo menegaskan, Home Care tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan ketika warga mengalami keluhan, tetapi juga menjadi sarana pemantauan kesehatan secara berkala bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Melalui kunjungan langsung ke rumah, petugas dapat mengetahui kondisi kesehatan sasaran sekaligus menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan. Pendekatan tersebut diharapkan memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau warga yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Setiap hasil kunjungan menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut. Sasaran yang membutuhkan pemantauan tetap akan dijadwalkan untuk pemeriksaan berikutnya,” kata Edy Budi Susilo.
Dengan capaian kunjungan yang mencapai 99,9 persen pada Oktober 2026, pelaksanaan Home Care di Kecamatan Ajung terus diarahkan untuk mempertahankan cakupan layanan sekaligus memastikan kualitas pendampingan terhadap setiap sasaran. (tgh)