Homecare Puskesmas Rambipuji Jemput Bola, Sasar Bumil Risiko Tinggi dan Balita Stunting di Pecoro
- 11 September 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Homecare Puskesmas Rambipuji Jemput Bola, Sasar Bumil Risiko Tinggi dan Balita Stunting di Pecoro
JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke puskesmas. Semangat menghadirkan layanan yang lebih dekat terus diwujudkan Puskesmas Rambipuji melalui program Homecare.
Pada Jumat, 11 September 2026, Tim Homecare Puskesmas Rambipuji turun langsung menyambangi warga di Dusun Bindung dan Dusun Tambelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jember.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Puskesmas Rambipuji, dr. Dina Nurul Agustina, bersama jajaran tenaga kesehatan. Ia didampingi Bidan Amalia, Bidan Meysa, dan Lutfi. Kunjungan juga mendapat pendampingan dari Sulastri, staf PMKS Kecamatan Rambipuji, serta Mita dari Tim BPKAD.
Kunjungan kali ini menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, yakni ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK) dan risiko tinggi (risti), serta balita yang masuk dalam sasaran penanganan stunting.
Untuk sasaran ibu hamil, tim melakukan kunjungan kepada Urifatul Hasanah dan Hilda Diana. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Kondisi KEK maupun kehamilan berisiko tinggi memerlukan pemantauan secara berkala. Kesehatan ibu selama masa kehamilan berkaitan erat dengan keselamatan ibu serta pertumbuhan dan perkembangan janin.
Melalui kunjungan langsung ke rumah, tenaga kesehatan dapat melihat kondisi sasaran secara lebih dekat sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan sesuai kebutuhan.
“Melalui Homecare, kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus tidak terlewat dari pemantauan. Kami tidak hanya menunggu pasien datang ke puskesmas, tetapi berupaya mendatangi langsung warga yang menjadi sasaran,” kata dr. Dina Nurul Agustina.
Selain ibu hamil, Tim Homecare Puskesmas Rambipuji juga mengunjungi dua balita yang menjadi sasaran penanganan stunting, yakni Muhamad Rafasya Azka Khalifi dan Adiba Jihan Humairoh.
Menurut Dina, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kecamatan, dan unsur terkait lainnya.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Keluarga memiliki peran yang sangat penting, sementara tenaga kesehatan dan pemerintah terus memberikan pendampingan agar tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak dini,” ujarnya.
Melalui program Homecare, keluarga sasaran juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan anak selama masa pertumbuhan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Kehadiran staf PMKS Kecamatan Rambipuji dan Tim BPKAD dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan program Homecare.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting. Dengan sinergi yang baik, pendampingan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkesinambungan,” kata Dina.
Bagi Puskesmas Rambipuji, pelayanan kesehatan merupakan upaya yang harus terus didekatkan kepada masyarakat. Rumah warga menjadi salah satu titik pelayanan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan pemantauan khusus.
Semangat jemput bola tersebut menjadi bagian dari upaya mendeteksi persoalan kesehatan lebih awal, memberikan edukasi, sekaligus memperkuat pendampingan kepada keluarga sasaran.
Kunjungan di Desa Pecoro menjadi salah satu wujud nyata bahwa pelayanan kesehatan dapat hadir hingga ke lingkungan tempat tinggal masyarakat. Dengan dukungan keluarga dan sinergi lintas sektor, pendampingan terhadap ibu hamil berisiko dan balita yang membutuhkan perhatian diharapkan dapat terus berlangsung.
“Harapannya, tidak ada ibu hamil berisiko maupun balita yang membutuhkan perhatian kesehatan yang luput dari pemantauan. Dari rumah-rumah warga inilah upaya membangun keluarga dan generasi yang lebih sehat dapat dimulai,” pungkas Dina. (sai)