Hujan Intensitas Tinggi Picu Tanah Longsor di Patrang, BPBD Jember Lakukan Penanganan Darurat
- 19 Januari 2026
- Dibaca 539 Kali
Bagikan Via:
Hujan Intensitas Tinggi Picu Tanah Longsor di Patrang, BPBD Jember Lakukan Penanganan Darurat
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Moch. Sroedji Nomor 7, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026. Kejadian ini dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada Senin pagi, 19 Januari 2026, pukul 09.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal guna mencegah risiko yang lebih besar.
Tanah longsor tersebut berdampak langsung pada rumah milik seorang warga bernama drg. Endang Wahyuni Umar Shaleh, perempuan berusia 76 tahun. Longsoran terjadi di bagian belakang rumah dengan material tanah sepanjang kurang lebih 30 meter dan tinggi sekitar 20 meter. Akibat pergerakan tanah tersebut, muncul retakan pada lantai dan dinding belakang rumah, serta kondisi pondasi yang kini menggantung. Situasi ini menimbulkan risiko tinggi terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus sehingga menyebabkan tanah menjadi jenuh dan labil. Pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, tanah di area belakang rumah tidak lagi mampu menahan beban dan akhirnya mengalami pergerakan. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi tersebut dinilai cukup berbahaya karena lokasi berada di kawasan permukiman padat. Hingga saat ini, area longsoran masih dalam pemantauan intensif oleh petugas terkait.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan Muspika Kecamatan Patrang dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim melakukan asesmen lanjutan dan penanganan sementara dengan menutup area retakan tanah di bagian belakang rumah menggunakan terpal guna mengurangi risiko longsor susulan. Selain itu, BPBD juga mendistribusikan dua buah terpal kepada warga terdampak sebagai upaya mitigasi sementara. Penanganan darurat tersebut selesai dilaksanakan sekitar pukul 10.40 WIB pada hari yang sama.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pemilik rumah juga disarankan untuk sementara waktu mengosongkan area belakang bangunan demi keselamatan. Ke depan, BPBD merekomendasikan kepada Dinas PUPR untuk segera melakukan kajian teknis dan pembangunan dinding penahan tanah sebagai langkah mitigasi jangka menengah. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Jember.