Jangkau Anak Baduta Stunting, Tim Home Care Jember Berikan Pemeriksaan dan Edukasi Gizi
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 168 Kali
Bagikan Via:
Jangkau Anak Baduta Stunting, Tim Home Care Jember Berikan Pemeriksaan dan Edukasi Gizi
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui program Home Care menjangkau Safira Aida A., anak bawah dua tahun (baduta) yang masuk dalam sasaran pendampingan stunting di Dusun Pringpadduh, kawasan Mantingan, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Jumat 16 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta menyerahkan susu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Safira, yang lahir pada 20 Januari 2023, menjadi salah satu sasaran pelayanan dalam rangkaian kegiatan Home Care di wilayah pelosok sekitar Gunung Raung. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Sebelum menuju rumah Safira, tim terlebih dahulu beristirahat dan berkoordinasi di kediaman ketua RT setempat yang lokasinya berdekatan dengan rumah sasaran. Keberadaan ketua RT membantu tim mengenali lingkungan serta mempermudah koordinasi untuk menjangkau keluarga yang menjadi sasaran pelayanan.
Tim terdiri atas tenaga kesehatan Puskesmas Sumberjambe, unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, serta jajaran Kecamatan Sumberjambe. Mereka harus menghadapi kondisi jalan yang belum beraspal, berdebu, berlubang, dan menanjak untuk mencapai permukiman warga di kawasan Mantingan.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pelayanan langsung ke rumah. Untuk menyesuaikan medan, tim menggunakan ambulans berbentuk SUV, sedangkan Camat Sumberjambe, Umar Faroek, menggunakan sepeda motor trail agar lebih mudah menjangkau lokasi.
Dalam kunjungan kepada Safira, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak.
"Susu juga diberikan sebagai bentuk dukungan tambahan dalam pendampingan tersebut. Pemenuhan gizi perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan anak, dengan tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan," ujar Umar Faroek.
Pendampingan anak dengan masalah pertumbuhan membutuhkan perhatian berkelanjutan dari keluarga dan petugas kesehatan. Pemantauan berat badan, panjang atau tinggi badan, asupan makanan bergizi, serta pemeriksaan rutin menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan anak dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Program Home Care yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menjadi salah satu upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga wilayah terpencil. Melalui kunjungan rumah, petugas dapat memberikan edukasi secara langsung sekaligus membantu keluarga memahami langkah-langkah perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Kunjungan kepada Safira diharapkan memperkuat pendampingan bagi keluarga dalam memperhatikan tumbuh kembang anak. Kehadiran tim di wilayah pelosok juga menjadi bagian dari upaya memastikan keterbatasan akses geografis tidak menghalangi masyarakat memperoleh informasi dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. (wd)