Jelang Peluncuran Home Care, Kadinsos PPPA Jember Minta Nakes Aktif Dampingi Calon Penerima Layanan
- 21 Juli 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Jelang Peluncuran Home Care, Kadinsos PPPA Jember Minta Nakes Aktif Dampingi Calon Penerima Layanan
JEMBER, 21 Juli 2026 – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, S.Sos., meminta tenaga kesehatan di Puskesmas Pakusari untuk memberikan pendampingan secara maksimal kepada calon penerima layanan Home Care. Program unggulan Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada 24 Juli 2026.
Permintaan itu disampaikan Helmi saat melakukan kunjungan rumah (home visit) kepada sejumlah warga penerima bantuan sosial dalam rangkaian kegiatan Bunga Desa yang berlangsung di Kecamatan Pakusari, Senin, 20 Juli 2026. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi warga yang berpotensi menjadi penerima layanan Home Care.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinsos PPPA mengunjungi empat warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus. Mereka adalah Bu Sani dan Bu Nidhi, warga Dusun Gempal, Desa Pakusari, kemudian Pak Asen yang tinggal di Dusun Rowo, Desa Pakusari, serta Pak Rofi'i, warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang.
Melihat kondisi kesehatan keempat warga tersebut, Helmi meminta tenaga kesehatan yang turut mendampingi kegiatan agar rutin melakukan kunjungan ke rumah mereka. Menurutnya, pemantauan secara berkala sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau dan kebutuhan pelayanan dapat segera dipenuhi.
"Pendampingan harus dilakukan secara intensif. Minimal setiap bulan tenaga kesehatan melakukan kunjungan. Jika sewaktu-waktu ada keluhan atau kondisi kesehatan memburuk, keluarga dapat segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat di rumah pasien," ujar Helmi.
Ia menjelaskan, Program Home Care merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang mengalami keterbatasan mobilitas.
Adapun sasaran penerima layanan Home Care meliputi lanjut usia yang mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, ibu hamil dengan risiko tinggi, warga kurang mampu yang menderita penyakit kronis atau penyakit berat, penyandang disabilitas, serta anak-anak yang mengalami stunting dan memerlukan pemantauan kesehatan dari rumah sakit berdasarkan rekomendasi puskesmas.
Helmi menambahkan, kehadiran program ini diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan sistem layanan jemput bola, masyarakat tidak lagi harus datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dasar maupun pemantauan kesehatan.
"Tim medis yang terdiri atas bidan, perawat, ahli gizi, tenaga kesehatan masyarakat, dan tenaga kesehatan lainnya akan mendatangi langsung rumah pasien. Masyarakat cukup menyiapkan kartu identitas diri serta riwayat kesehatan apabila diperlukan. Harapannya, pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, mudah, dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya. (wln)