logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Dukuhdempok Jadi Satu-Satunya Desa di Wuluhan yang Miliki TPST, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

  • 31 Maret 2026
  • Dibaca 265 Kali
Bagikan Via:
dukuhdempok-jadi-satu-satunya-desa-di-wuluhan-yang-miliki-tpst-dorong-pengelolaan-sampah-bernilai-ekonomi-20260331

Dukuhdempok Jadi Satu-Satunya Desa di Wuluhan yang Miliki TPST, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

JEMBER, 31 MARET 2026 – Permasalahan sampah masih menjadi tantangan klasik di berbagai daerah, baik di perkotaan maupun pedesaan. Namun, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, menjadi salah satu wilayah yang mulai mengambil langkah konkret dengan menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah terpadu.

Desa tersebut tercatat sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Wuluhan yang memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Kehadiran fasilitas ini menjadi upaya pemerintah desa dalam mengurangi penumpukan sampah sekaligus mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber nilai ekonomi baru.

Di TPST Desa Dukuhdempok, sampah dipilah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, plastik, hingga kardus. Pemilahan ini dilakukan untuk memastikan setiap jenis sampah dapat diolah sesuai karakteristiknya, sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

Kepala TPST Desa Dukuhdempok, Dwi Widianto, mengatakan bahwa pihaknya menerima sampah dari warga Desa Dukuhdempok dan juga dari desa sekitar. Menurut dia, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pengelolaan di TPST.

“Seharusnya masyarakat sudah mulai sadar untuk memilah sampah sebelum dibuang, agar sampah basah dan kering tidak tercampur,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

Ia mencontohkan, sampah plastik bekas makanan yang masih mengandung sisa bahan organik sering kali menyulitkan proses pengolahan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kebiasaan memilah sampah dapat terbentuk sejak dari sumbernya.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa sampah kering seperti kardus dan botol plastik dikelola dengan cara dijual kembali sebagai bahan daur ulang. Sementara itu, sampah organik diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele yang dibudidayakan oleh pengelola TPST untuk menambah pendapatan desa.

“Sebagian maggot digunakan untuk pakan lele yang kami budidayakan sebagai tambahan income,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, TPST ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat. Pemerintah Desa Dukuhdempok berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan, terutama di lahan kosong maupun pinggir jalan.

Dwi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah secara sembarangan dan mulai menerapkan pola pengelolaan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Dengan adanya TPST ini, Desa Dukuhdempok diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis desa yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi berkelanjutan di wilayah Wuluhan. (riz)

Galeri Foto