Dam Curahdami Ambruk, Camat Sukorambi dan Kades Monev Dampak pada Irigasi Pertanian
- 16 April 2026
- Dibaca 512 Kali
Bagikan Via:
Dam Curahdami Ambruk, Camat Sukorambi dan Kades Monev Dampak pada Irigasi Pertanian
JEMBER, 16 APRIL 2026 — Camat Sukorambi bersama Kepala Desa Sukorambi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Dam Curahdami yang ambruk akibat lonjakan debit air, Kamis, 16 April 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan.
Kegiatan dihadiri Komisi Irigasi Kabupaten Jember, jajaran Kecamatan Sukorambi, serta pemerintah desa. Keterlibatan lintas sektor ini diarahkan untuk mempercepat koordinasi perbaikan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat.
Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., menegaskan pentingnya respons cepat agar dampak kerusakan tidak meluas.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi riil dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bisa dipercepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan debit air dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama ambruknya struktur dam, yang berimbas pada terganggunya sistem irigasi.
Dam Curahdami merupakan titik utama aliran air yang menopang kebutuhan irigasi lahan pertanian warga. Kerusakan pada fondasi dam berpotensi menghambat distribusi air, sehingga mengancam keberlangsungan aktivitas pertanian.
Kepala Desa Sukorambi, H. Abdus Soim, menegaskan bahwa aliran sungai tersebut menjadi sumber utama pengairan bagi petani di Dusun Curahdami.
“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengganggu pengairan bahkan dapat menyebabkan gagal panen,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan dan desa kini memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan serta memulihkan fungsi irigasi secepat mungkin.
Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan debit air.
Langkah cepat ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang menekankan respons sigap pemerintah dalam menjaga infrastruktur vital, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Perbaikan Dam Curahdami diharapkan segera terealisasi agar distribusi air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu. (hus)