logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Jember Didorong Jadi Surga Kopi, DTPHP Siapkan Strategi dari Hulu hingga Hilir

  • 22 Maret 2026
  • Dibaca 256 Kali
Bagikan Via:
jember-didorong-jadi-surga-kopi-dtphp-siapkan-strategi-dari-hulu-hingga-hilir-20260323

Jember Didorong Jadi Surga Kopi, DTPHP Siapkan Strategi dari Hulu hingga Hilir

JEMBER, 22 MARET 2026 -Kabupaten Jember didorong untuk semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Rudi Indrawan, SP., MP, dalam obrolan santai saat jam istirahat yang membahas masa depan kopi Jember.

Dalam perbincangan tersebut, Rudi menyampaikan visi besarnya agar kopi Jember tidak hanya sekadar ada, tetapi mampu memenuhi tiga aspek utama, yakni kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.

“Saya ingin kopi di Jember ini tidak hanya ada, tetapi harus bisa mencukupi dari segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Ke depan, tanaman kopi yang sudah tua harus diremajakan, kemudian dilakukan perluasan area,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jember, bahkan Indonesia, merupakan surga kopi.

Optimisme tersebut semakin kuat dengan adanya dukungan dari pelaku usaha kopi lokal. Salah satunya datang dari Wasiri, pemilik usaha kopi Buriya Kopi yang juga aktif dalam pengembangan industri kopi.

Menurut Rudi, Wasiri merespons positif gagasan pengembangan pusat informasi kopi di Jember. Bahkan, ia berencana menyiapkan outlet khusus sebagai sarana edukasi sekaligus pemasaran produk kopi.

“Beliau sangat mendukung, bahkan berencana membuka outlet di wilayah Mangli, apalagi nanti ada flyover. Di sana, kopi tidak hanya dijual, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat,” jelas Rudi.

Selain pengembangan dari sisi budidaya dan pemasaran, DTPHP Jember juga terus mendorong inovasi dalam pengolahan kopi. Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah teknik seduhan ekstrem yang dikenal dengan nama “Seduhan Sipekat” atau yang akrab dijuluki “kopi psikopat”.

Metode ini menghasilkan ekstraksi kopi yang sangat pekat, bahkan menyerupai serum, sehingga mampu menampilkan karakter asli dari setiap jenis biji kopi.

“Ini bukan sekadar seduhan harian, tetapi ekstraksi yang sengaja dibuat sangat kental untuk membaca karakter asli biji kopi,” terang Rudi.

Teknik ini menggunakan air dingin, berbeda dengan metode seduhan pada umumnya yang menggunakan air panas. Proses ekstraksi yang lambat membuat cita rasa kopi lebih keluar secara alami, tanpa tertutup rasa gosong.

Dengan tingkat pemanggangan yang tidak terlalu gelap, aroma dan keasaman kopi tetap terjaga. Setiap varietas, baik arabika, robusta, maupun hibrida lokal, mampu menunjukkan ciri khasnya masing-masing melalui metode ini.

Melalui berbagai upaya tersebut, DTPHP Kabupaten Jember berharap kopi lokal semakin memiliki identitas kuat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain meningkatkan kualitas produk, inovasi seperti seduhan sipekat juga menjadi cara untuk memperkuat hubungan antara proses pascapanen dengan hasil akhir cita rasa dalam secangkir kopi.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, Jember optimistis dapat menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu surga kopi dunia. (ima)

Galeri Foto