Jember Kantongi Investasi Rp2 Triliun, Gus Fawait Pastikan Penanganan Sampah Dipercepat
- 27 Juni 2026
- Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
Jember Kantongi Investasi Rp2 Triliun, Gus Fawait Pastikan Penanganan Sampah Dipercepat
JEMBER, 27 JUNI 2026 – Kabupaten Jember mendapat suntikan investasi senilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Investasi tersebut menjadi angin segar bagi penyelesaian persoalan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi pekerjaan rumah daerah.
Keseriusan pemerintah daerah memastikan percepatan proyek itu terlihat saat Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari, Sabtu, 27 Juni 2026. Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus mengawal rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang segera direalisasikan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyebut Jember menjadi salah satu dari sekitar 20 kabupaten di Indonesia yang dipercaya pemerintah pusat mengikuti program percepatan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi modern melalui dukungan investasi.
"Persoalan sampah ini sudah berlangsung cukup lama. Hari ini bukan saatnya mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bersama-sama menghadirkan solusi. Alhamdulillah, Jember mendapat kepercayaan menjadi salah satu daerah yang memperoleh investasi pengelolaan sampah. Ini merupakan langkah besar untuk mewujudkan sistem penanganan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Gus Fawait, dana investasi tersebut akan digunakan membangun fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. Seluruh proses dirancang menggunakan konsep ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan akhir konvensional.
Pemkab menargetkan pembangunan dimulai pada Agustus hingga September 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, fasilitas tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada April 2028.
Selain menyelesaikan persoalan sampah, investasi jumbo itu diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran fasilitas baru diperkirakan membuka lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya sektor pendukung, hingga menjadikan Jember sebagai wilayah penyangga pengelolaan sampah bagi kabupaten sekitar apabila kapasitas pengolahan telah mencukupi.
Meski demikian, Fawait mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya investasi maupun kecanggihan teknologi. Peran masyarakat tetap menjadi faktor utama, terutama dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Sebesar apa pun investasi yang masuk dan secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan masyarakat. Mulai dari hal sederhana seperti memilah sampah sejak dari rumah akan sangat membantu proses pengelolaan ke depan," tegasnya.
Seperti diberitakan dalam rapat paripurna DPRD, Sabtu siang, 27 Juni 2026 Pemkab Jember mendapatkan suntikan dana investasi sebesar 1,5 hingga 2 Triliun rupiah. Dengan adanya investasi itu, Pemkab berharap kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi baru bagi Kabupaten Jember. (sar)