logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Kader Posyandu RT 03 RW 06 Condro Utara Siap Menjadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Keluarga

  • 11 Juni 2026
  • Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
kader-posyandu-rt-03-rw-06-condro-utara-siap-menjadi-pilot-project-pengelolaan-sampah-organik-berbasis-keluarga-20260611

Kader Posyandu RT 03 RW 06 Condro Utara Siap Menjadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Keluarga

Kaliwates– Dalam rangka mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber serta mewujudkan Kelurahan Kaliwates sebagai Pilot Project Pengelolaan Sampah di Kabupaten Jember, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., MM, bersama Direktur Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates H. Indra Gunawan dan Ketua POSBANKUM Kelurahan Kaliwates H. Teguh Istanto, ST, melakukan kunjungan dan koordinasi ke rumah Kader Posyandu Farida di RT 03 RW 06 Lingkungan Condro Utara, Kelurahan Kaliwates, pada Kamis (11/06/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah awal penetapan lokasi yang akan dijadikan Pilot Project Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Keluarga di tingkat RT/RW. Program ini dirancang sebagai model percontohan yang dapat direplikasi oleh lingkungan lain di Kelurahan Kaliwates dalam upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui pengelolaan langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau kondisi lingkungan sekitar serta mendiskusikan berbagai rencana aksi yang akan dilaksanakan bersama masyarakat setempat. Salah satu fokus utama program adalah menyiapkan lahan rumah kompos yang akan digunakan sebagai pusat pengelolaan sampah organik rumah tangga. Sampah organik berupa sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan nantinya akan diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk kebutuhan penghijauan dan pertanian skala rumah tangga.

Selain itu, program juga akan mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang efektif dan bernilai ekonomis. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, khususnya ayam, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi warga sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular di tingkat keluarga.

Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, kegiatan ini juga akan mendorong gerakan penghijauan lingkungan melalui pemanfaatan galon air mineral bekas sebagai media tanam. Warga akan diajak membudidayakan berbagai jenis tanaman produktif maupun tanaman hias di pekarangan rumah masing-masing sehingga lingkungan menjadi lebih hijau, asri, dan sehat.

Sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan, masyarakat juga akan diajak membuat biopori menggunakan galon air mineral bekas yang dimodifikasi. Biopori ini berfungsi untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi genangan saat musim hujan, serta menjadi media pengomposan alami bagi sampah organik rumah tangga.

Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, menyampaikan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sejak dari tingkat keluarga. Menurutnya, perubahan pola pikir dan kebiasaan warga dalam memilah serta mengelola sampah dari rumah merupakan kunci utama keberhasilan pengurangan sampah di wilayah perkotaan.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah DESTANA, H. Indra Gunawan, menjelaskan bahwa lokasi percontohan ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat sekitar mengenai berbagai metode pengelolaan sampah organik yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Dengan demikian, warga dapat melihat secara langsung manfaat lingkungan maupun manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Ketua POSBANKUM Kelurahan Kaliwates, H. Teguh Istanto, ST, menambahkan bahwa program ini juga memiliki nilai pemberdayaan masyarakat karena melibatkan kader, keluarga, dan warga sekitar secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pada tahap awal, program ini menargetkan 12 Kepala Keluarga (KK) sebagai peserta aktif yang akan terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah organik, budidaya maggot, penghijauan lingkungan, serta pembuatan biopori. Ke depan, jumlah peserta diharapkan terus bertambah sehingga kawasan RT 03 RW 06 dapat menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan sampah berbasis keluarga di Kelurahan Kaliwates.

Melalui kolaborasi antara pemerintah kelurahan, Bank Sampah DESTANA, POSBANKUM, kader Posyandu, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, produktif, serta mampu mendukung terwujudnya visi “Jember Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan” melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah tangga.

Galeri Foto