logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

Kasus Gigitan Monyet di Ajung: Pemerintah Bergerak Cepat Amankan Warga.

  • 10 Oktober 2025
  • Dibaca 361 Kali
Bagikan Via:
kasus-gigitan-monyet-di-ajung-pemerintah-bergerak-cepat-amankan-warga-20251012

Kasus Gigitan Monyet di Ajung: Pemerintah Bergerak Cepat Amankan Warga.

Ajung, 09 Oktober 2025 — Kekhawatiran warga Dusun Klanceng, Desa Ajung, meningkat setelah seorang warga, Bapak Salim, menjadi korban gigitan monyet liar di belakang rumahnya. Peristiwa ini terjadi pada siang hari, tepat di area yang berbatasan langsung dengan sungai Bedadung.

Sebagai respons cepat, sejumlah unsur pemerintah turun langsung ke lapangan. Hadir dalam kunjungan tersebut Kasi BKSDA( Badan Konservasi Sumber Daya Alam), Ibu Hariyanti, Kepala Desa Ajung, Bapak Sri Alam, Perangkat Desa Ajung, yakni Mohammad Alfan Nojhum dan Ishaq Stiawan, Kasi PMKS( Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Keejahteraan Sosial), Bapak Muhamad Hadi Susanto, S.Pd., serta anggota Satpol PP, Roby Ardiansyah.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula saat Bapak Salim selesai mencari rumput lalu beristirahat di belakang rumahnya. Ia tidur-tiduran sambil meletakkan kaki di atas tembok pembatas yang menghadap ke arah sungai Bedadung.

Tiba-tiba, seekor monyet liar muncul dari arah sungai, mendekat tanpa disadari, lalu langsung menggigit kaki Bapak Salim. Serangan terjadi begitu cepat sehingga korban tidak sempat menghindar.

Setelah menggigit, monyet tersebut langsung melompat kembali ke arah sungai dan kabur, meninggalkan korban dalam kondisi kesakitan. Warga sekitar kemudian membantu membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis dan vaksin anti rabies.

Kepala Desa Ajung, Bapak Sri Alam, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

“Keselamatan warga adalah prioritas kami. Kami bergerak cepat bersama BKSDA dan instansi terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi BKSDA, Ibu Hariyanti, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pelacakan jalur pergerakan monyet liar, terutama di sekitar aliran sungai Bedadung, yang diduga menjadi akses utama satwa tersebut menuju permukiman warga.

Usai mengunjungi korban, rombongan meninjau area belakang rumah dan menyusuri tepi sungai. Didapati jejak-jejak cakaran di pepohonan serta sisa makanan liar, yang mengindikasikan keberadaan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di lokasi tersebut.

Warga menduga jumlah monyet lebih dari satu ekor, dan mereka sudah sering terlihat di area kebun dan tegalan dekat sungai.

Selain menyerang manusia, warga melaporkan bahwa monyet-monyet tersebut kerap merusak genteng rumah, mencuri buah-buahan, dan mengejar anak-anak.

Seorang warga menyampaikan:

“Kami tidak mau menyakiti hewan, tapi kami juga ingin hidup tenang. Jangan sampai nanti ada korban lagi.”

Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa bersama BKSDA akan melakukan:

• Edukasi cara menghadapi satwa liar secara aman

• Pemasangan imbauan untuk tidak memberi makan monyet

• Pemetaan wilayah rawan kemunculan monyet

• Koordinasi warga untuk pelaporan cepat jika monyet muncul kembali

Perangkat Desa Ajung, Mohammad Alfan Nojhum dan Ishaq Stiawan, menyatakan siap mengoordinasi warga dalam pelaporan dan pengawasan lingkungan.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan konflik satwa-manusia harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tetap menghormati prinsip konservasi. Warga berharap agar upaya ini tidak berhenti pada peninjauan, tetapi berlanjut hingga solusi yang nyata diterapkan di lapangan.

Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, keamanan warga dan kelestarian satwa dapat berjalan beriringan.

Galeri Foto