Kekeringan Mulai Melanda Pakusari, BPBD Jember Lakukan Assessment dan Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 125 KK di Dusun Bunder
- 01 Juli 2026
- Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Mulai Melanda Pakusari, BPBD Jember Lakukan Assessment dan Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 125 KK di Dusun Bunder
Jember – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Salah satu lokasi yang terdampak berada di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, di mana sedikitnya 125 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melaksanakan kegiatan assessment pada Rabu 01 Juli 2026 sebagai langkah awal penanganan darurat.
Assessment dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberpinang. Tim BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 17.00 WIB dan melaksanakan serangkaian kegiatan berupa koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat wilayah, pendataan warga terdampak, pengecekan kondisi sumur warga, serta dokumentasi lapangan sebelum kembali ke Markas Komando pada pukul 19.00 WIB.
Hasil assessment menunjukkan bahwa wilayah terdampak meliputi RT 02 RW 13 dengan sekitar 45 KK terdampak dari total 80 KK, serta RT 03 RW 13 dengan sekitar 80 KK terdampak dari total 100 KK. Secara keseluruhan terdapat sekitar 125 kepala keluarga yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit sumber air di lingkungan permukiman.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar sumur milik warga mengalami penurunan volume air secara signifikan. Bahkan beberapa sumur menghasilkan air yang keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci maupun konsumsi. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Di lokasi sebenarnya terdapat sebuah sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga. Namun fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedia jaringan pipa distribusi dan meteran listrik sebagai sumber penggerak pompa air. Akibatnya, keberadaan sumur bor tersebut belum mampu menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat selama musim kemarau berlangsung.
Sebagai tindak lanjut hasil assessment, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan pelaksanaan distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran air nantinya akan memanfaatkan empat unit tandon yang telah tersedia di lokasi, terdiri atas tiga unit milik BPBD Kabupaten Jember dan satu unit milik warga setempat. Seluruh tandon tersebut dinyatakan siap digunakan sebagai titik distribusi agar penyaluran air bersih dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau masyarakat terdampak.
Kegiatan assessment berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh proses didukung oleh unsur BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT/RW, serta partisipasi aktif masyarakat yang memberikan informasi mengenai kondisi sumber air di lingkungan mereka. Data yang diperoleh di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Adit, selaku Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa assessment dilakukan untuk memastikan kondisi riil masyarakat sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Menurutnya, hasil pengecekan menunjukkan bahwa krisis air bersih memang telah dirasakan oleh sebagian besar warga di Dusun Bunder. "Kami melakukan pendataan secara langsung terhadap warga terdampak sekaligus memeriksa kondisi sumur yang ada. Dari hasil assessment terlihat bahwa sebagian sumur mengalami penyusutan debit, bahkan ada yang keruh sehingga tidak layak digunakan. Oleh karena itu, kami merekomendasikan distribusi air bersih sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu solusi jangka panjang terhadap pemanfaatan sumur bor yang sudah tersedia," ujarnya.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung serta segera melaporkan apabila kondisi kekeringan meluas ke wilayah lain. Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama status siaga darurat kekeringan masih diberlakukan.