KELTANA Sempusari Rampungkan Pelatihan, Warga Kini Miliki Rencana Aksi dan Sistem Peringatan Dini Hadapi Bencana
- 11 Juli 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
KELTANA Sempusari Rampungkan Pelatihan, Warga Kini Miliki Rencana Aksi dan Sistem Peringatan Dini Hadapi Bencana
JEMBER, 11 July 2026 – Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA) di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, resmi ditutup pada Sabtu,11 July 2026 setelah berlangsung selama empat hari. Kegiatan yang difasilitasi BPBD Kabupaten Jember bersama Fasilitator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi langkah nyata memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah perkotaan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Nomor 300.2.3/1234/208.2/2026 tanggal 23 April 2026 tentang pelaksanaan Kegiatan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2026. Selama pelaksanaan di Kantor Kelurahan Sempusari, peserta yang terdiri atas perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota KELTANA, mahasiswa magang FKIP Universitas Jember, serta unsur BPBD Kabupaten Jember mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik.
Pada hari kedua, peserta menyusun Rencana Aksi Penanggulangan Bencana berdasarkan hasil identifikasi kawasan rawan di Kelurahan Sempusari. Ancaman yang dipetakan meliputi angin kencang, banjir genangan, hingga Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari hasil diskusi tersebut, peserta berhasil merumuskan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan yang nantinya menjadi dasar penyusunan dokumen rencana kontinjensi di tingkat kelurahan.
Pelatihan berlanjut pada hari ketiga melalui materi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang disampaikan Fasilitator FPRB Provinsi Jawa Timur, Thoif Nizar. Dalam sesi ini peserta menyusun mekanisme penyebaran informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu menekan penyebaran informasi palsu atau hoaks saat terjadi bencana. Selain itu, peserta juga mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat pada kondisi darurat sebagai pedoman kesiapsiagaan apabila menghadapi skenario bencana terburuk.
Hari terakhir diisi dengan penguatan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) serta praktik Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Peserta memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan kajian risiko bencana, sistem peringatan dini, rencana kontinjensi, dan rencana evakuasi. Mereka juga mengikuti simulasi penanganan awal korban luka bakar dan patah tulang sehingga mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman sebelum tenaga medis tiba.
Pelaksana Tugas kegiatan, Maryani, S.Kom., M.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, mengatakan bahwa KELTANA tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesiapan masyarakat melalui dokumen, mekanisme, dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan ketika terjadi bencana.
"Melalui KELTANA, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko di lingkungannya, memiliki sistem peringatan dini yang jelas, menyusun rencana kontinjensi, serta memperkuat kolaborasi seluruh unsur kelurahan sehingga penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan mampu meminimalkan risiko bagi masyarakat," ujar Maryani.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Lurah Sempusari, Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M. Penutupan tersebut menandai selesainya rangkaian pembentukan kapasitas KELTANA Sempusari yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh, siaga, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri melalui sinergi antara pemerintah, relawan, aparat, dan masyarakat.(tgh)