Kelurahan Jember Lor Perkuat Sistem Tanggap Banjir Terpadu
- 01 April 2026
- Dibaca 333 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Jember Lor Perkuat Sistem Tanggap Banjir Terpadu
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Sinergitas antara warga, pemerintah kelurahan, dan kelompok masyarakat seperti Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi kunci utama dalam upaya penanganan banjir di Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Relawan Destana Kelurahan Jember lor, Istono, menjelaskan bahwa wilayah tersebut dilintasi sejumlah aliran sungai besar, yakni Sungai Rembangan, Kalijumpo, dan Bedadung. Kondisi ini membuat beberapa titik menjadi rawan terdampak luapan air, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Beberapa wilayah seperti RW 25 dan RW 24 menjadi titik yang kerap terdampak banjir. Pada kejadian Desember lalu, genangan air cukup luas hingga mengganggu aktivitas warga,” ujar Istono, Rabu 01 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya sistem penanganan yang cepat, terukur, dan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir diupayakan bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 1x24 jam agar dampak yang ditimbulkan tidak meluas.
Sebagai langkah antisipasi, Destana bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) membangun sistem komunikasi yang efektif dengan seluruh elemen masyarakat. Koordinasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, koordinator wilayah, hingga pihak kelurahan.
Sistem ini memungkinkan adanya laporan awal atau asesmen cepat dari masyarakat saat terjadi bencana. Dengan demikian, langkah penanganan dapat segera ditentukan, baik pada tahap tanggap darurat maupun pascabencana. “Kecepatan informasi menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak,” katanya.
Istono menambahkan, dalam situasi banjir, kebutuhan mendesak warga umumnya adalah makanan siap saji, mengingat keterbatasan untuk memasak di tengah genangan. Kebutuhan tersebut dipenuhi oleh tim Tagana yang sigap menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak.
"Destana juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan penanganan darurat dilakukan sesuai dengan tingkat kedaruratan yang ada," tambah Istono.
Lurah Jemberlor, Moh. Zaim Ilmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir. Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kekuatan utama dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, mulai dari RT, RW 25, RT 4, Destana, Tagana, hingga semua pihak yang terlibat. Termasuk dukungan dari PSDA WS Bondoyudo Baru di Lumajang yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Melalui sinergi yang terbangun antara warga, kelurahan, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Jemberlor dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif, sehingga risiko yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. (yud)