Kelurahan Patrang Permudah Akses SKTM, Bantu Pelajar SMK Kejar Pendidikan Tinggi
- 06 April 2026
- Dibaca 179 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Patrang Permudah Akses SKTM, Bantu Pelajar SMK Kejar Pendidikan Tinggi
JEMBER, 06 APRIL 2026 - Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah Fitri, siswi kelas XII SMKN 1 Jember asal Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, untuk melanjutkan pendidikan. Di tengah persiapan kelulusan, ia mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat mengakses bantuan pendidikan.
Fitri diketahui telah lolos seleksi Program Studi Manajemen Agroindustri di Politeknik Negeri Jember (Polije). Ia menyadari kelengkapan administrasi menjadi faktor penting untuk memperoleh beasiswa maupun keringanan biaya kuliah.
“Saya ingin tetap kuliah meski kondisi ekonomi keluarga terbatas. SKTM ini bagian dari ikhtiar untuk melengkapi persyaratan bantuan pendidikan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Patrang, Senin 06 April 2026.
Pemerintah Kelurahan Patrang memastikan proses pengurusan SKTM dilakukan secara cepat dan transparan. Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Patrang, Hariyono, mengatakan pihaknya berkomitmen mempermudah warga dalam mengakses dokumen pendukung pendidikan.
Menurutnya, pelayanan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni kecepatan, akurasi data, dan pendampingan warga. Proses verifikasi hingga penerbitan SKTM dilakukan secara efisien agar tidak menghambat tenggat pendaftaran perguruan tinggi.
Selain itu, validasi data dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kelurahan juga memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya dokumen administrasi dalam mengakses layanan publik.
“SKTM ini sangat krusial sebagai dasar pengajuan bantuan pendidikan. Kami ingin memastikan tidak ada anak di Kelurahan Patrang yang putus sekolah hanya karena kendala administratif,” kata Hariyono.
Kisah Fitri menjadi gambaran kolaborasi antara tekad individu dan dukungan pemerintah di tingkat kelurahan. Kelurahan Patrang menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga administratif, tetapi juga fasilitator bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pelayanan yang inklusif, pemerintah kelurahan berharap semakin banyak generasi muda yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat persoalan birokrasi. (rus)