KERJA BAKTI PEMBUATAN PAGAR HIDUP DI KEBUN KOMPOS KAMPUNG ZERO WASTE KELURAHAN KALIWATES
- 24 Juni 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
KERJA BAKTI PEMBUATAN PAGAR HIDUP DI KEBUN KOMPOS KAMPUNG ZERO WASTE KELURAHAN KALIWATES
Kaliwates – Dalam rangka mendukung penguatan program Kampung Zero Waste dan meningkatkan kualitas lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, warga RT 01 RW 06 Kelurahan Kaliwates melaksanakan kegiatan kerja bakti pembuatan pagar hidup di area Kebun Kompos Kampung Zero Waste pada Selasa (23/06/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ani Farida selaku Kader Posyandu bersama enam orang warga setempat yang secara sukarela bergotong royong melakukan penataan dan penghijauan di sekitar lokasi kebun kompos. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan kebun kompos sebagai pusat edukasi pengelolaan sampah organik sekaligus kawasan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pagar hidup yang dibuat memanfaatkan batang ketela pohon (singkong) yang ditanam mengelilingi area kebun kompos. Pemilihan batang ketela sebagai pagar hidup didasarkan pada berbagai pertimbangan, antara lain mudah diperoleh, memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi, perakaran yang kuat, serta mampu berfungsi sebagai pembatas alami yang ramah lingkungan. Selain berperan sebagai pelindung kebun dari gangguan hewan maupun aktivitas yang berpotensi merusak tanaman dan fasilitas kebun kompos, keberadaan tanaman ketela juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah berupa hasil panen daun singkong yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan keluarga maupun kebutuhan masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan pembersihan area di sekitar kebun kompos guna memastikan lokasi penanaman dalam kondisi bersih dan siap ditata. Selanjutnya, warga melakukan pengukuran batas lahan untuk menentukan jalur pagar hidup yang akan dibangun. Setelah itu dilakukan pembuatan lubang tanam secara berurutan di sepanjang perimeter kebun kompos sebelum batang ketela ditanam secara berjajar. Seluruh peserta kerja bakti bekerja sama menyiapkan media tanam, melakukan penanaman, serta memastikan setiap batang tertanam dengan baik agar mampu tumbuh optimal. Suasana gotong royong, kekompakan, dan kepedulian terhadap lingkungan tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung, mencerminkan semangat masyarakat dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis sumber.
Menurut Ani Farida, keberadaan pagar hidup ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas area kebun kompos, tetapi juga menjadi bagian dari konsep pemanfaatan lahan produktif yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik. Kompos yang dihasilkan dari sampah rumah tangga nantinya dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman ketela maupun berbagai jenis tanaman lainnya yang dikembangkan di kawasan kebun kompos. Dengan demikian, tercipta siklus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos hingga pemanfaatannya untuk mendukung budidaya tanaman produktif.
Melalui kegiatan ini, Kebun Kompos Kampung Zero Waste Kelurahan Kaliwates diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah organik, tetapi juga berkembang menjadi kawasan percontohan pengelolaan lingkungan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Pagar hidup dari batang ketela pohon diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis melalui penghijauan lingkungan, manfaat estetika dengan menciptakan kawasan yang lebih tertata dan asri, serta manfaat ekonomis melalui pemanfaatan daun dan hasil panen singkong di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, dan ketahanan pangan keluarga dapat berjalan beriringan melalui semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan Kelurahan Kaliwates menuju Kampung Zero Waste yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.