logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kerja Bakti Sungai Rembangan, BPBD Jember Bersihkan Barongan Bambu Pascabanjir

  • 05 Mei 2026
  • Dibaca 113 Kali
Bagikan Via:
kerja-bakti-sungai-rembangan-bpbd-jember-bersihkan-barongan-bambu-pascabanjir-20260506

Kerja Bakti Sungai Rembangan, BPBD Jember Bersihkan Barongan Bambu Pascabanjir

JEMBER, 05 MEI 2026 – Upaya mitigasi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui kegiatan kerja bakti di aliran Sungai Rembangan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Selasa 05 Mei 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan material barongan bambu yang sebelumnya hanyut akibat banjir dan sempat menghambat aliran sungai.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB ini merupakan tindak lanjut dari dampak banjir yang terjadi pada 28 Februari 2026 lalu. Dalam kejadian tersebut, satu barongan bambu terbawa arus dan tersangkut di badan sungai, sehingga berpotensi menimbulkan penyumbatan aliran air dan meningkatkan risiko banjir susulan di wilayah sekitar.

Penanganan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama sejumlah unsur terkait, di antaranya UPT PSDA Provinsi, Dinas PUPR Kabupaten Jember, TNI, Polri, perangkat kelurahan, relawan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pembersihan dan memastikan hasil yang optimal.

Proses kerja bakti diawali dengan koordinasi dan asesmen kondisi di lokasi. Selanjutnya, tim melakukan pemotongan barongan bambu yang menyumbat aliran sungai. Material yang telah dipotong kemudian diangkat dari badan sungai untuk memastikan tidak ada lagi hambatan yang mengganggu aliran air. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan kondisi Sungai Rembangan kembali normal. Aliran air terpantau lancar, sehingga potensi terjadinya genangan atau banjir akibat penyumbatan dapat diminimalisir. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini juga menjadi nilai tambah dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan fungsi sungai.

Parmuji, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. “Pembersihan ini sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran sungai. Jika material seperti bambu dibiarkan menumpuk, maka berpotensi memicu banjir saat debit air meningkat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah atau material ke sungai serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang,” tambahnya.

BPBD Kabupaten Jember turut merekomendasikan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala, khususnya di titik-titik yang rawan terjadi penyumbatan. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga dinilai perlu terus ditingkatkan guna memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan Sungai Rembangan dapat kembali berfungsi optimal sebagai jalur aliran air, sekaligus meminimalisir potensi risiko bencana bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. (bob)

Galeri Foto