Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Kepedulian, RSU Kaliwates dan BPBD Bangun Budaya Siaga Melalui Emergency Drill
- 08 Juli 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Kepedulian, RSU Kaliwates dan BPBD Bangun Budaya Siaga Melalui Emergency Drill
JEMBER, 08 JULI 2026 – Bencana dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu maupun tempat. Di tengah kondisi tersebut, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk melindungi keselamatan banyak orang, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.
Berangkat dari semangat tersebut, Rumah Sakit Umum (RSU) Kaliwates bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyelenggarakan Emergency Drill: Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di lingkungan RSU Kaliwates, Jalan Diah Pitaloka No. 4A, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Rabu 8 Juli 2026)
Kegiatan yang diikuti sebanyak 212 peserta tersebut melibatkan 180 orang staf RSU Kaliwates, 15 personel BPBD Kabupaten Jember, 9 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, serta 8 personel Pemadam Kebakaran.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas teknis, pelatihan ini juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan kerja sama antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan rumah sakit.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan sambutan dan peresmian oleh Direktur RSU Kaliwates, dr. Martha Nurani Putri. Selanjutnya peserta menerima materi mengenai Dasar Manajemen Bencana, Hakikat Api dan Penanggulangan Kebakaran, kemudian mengikuti gladi kotor hingga simulasi Disaster Drill yang menggambarkan situasi kedaruratan secara nyata.
Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan prosedur evakuasi korban, penyelamatan saat terjadi gempa bumi, penanganan kebakaran, hingga koordinasi pencarian dan pertolongan secara terpadu.
Lebih dari sekadar latihan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk tetap mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi apa pun.
Ketika bencana terjadi, rumah sakit bukan hanya tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh personel harus terus diperkuat melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Direktur RSU Kaliwates, dr. Martha Nurani Putri, mengatakan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mutu pelayanan rumah sakit. Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung harus memiliki kemampuan yang sama dalam merespons kondisi darurat agar keselamatan pasien, keluarga pasien, maupun petugas dapat terjamin.
"Pelatihan ini bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepedulian terhadap sesama. Dalam situasi darurat, setiap detik sangat berharga dan setiap petugas memiliki peran penting untuk memberikan rasa aman kepada pasien serta masyarakat," ujarnya.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga budaya siaga bencana menjadi bagian dari pelayanan rumah sakit yang profesional dan berorientasi pada keselamatan," sambung Martha Nurani Putri.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pelatihan maupun simulasi. Kolaborasi antara BPBD Kabupaten Jember, RSU Kaliwates, Dinas Kesehatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya mencerminkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dalam melindungi keselamatan masyarakat saat menghadapi bencana. (bob)