KKN Berakhir, Silaturahmi Tak Boleh Usai: Mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5 Pamit dari Jumerto
- 24 Agustus 2026
- Dibaca 48 Kali
Bagikan Via:
KKN Berakhir, Silaturahmi Tak Boleh Usai: Mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5 Pamit dari Jumerto
JEMBER, 24 AGUSTUS 2026 - Masa pengabdian mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5 di Kelurahan Jumerto resmi berakhir. Namun, penarikan mahasiswa yang digelar Senin, 24 Agustus 2026, bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan menjadi momentum untuk membawa pulang pengalaman, pelajaran, dan ikatan kekeluargaan bersama masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti mahasiswa KKN Kolaboratif Jember #5 Kelurahan Jumerto bersama jajaran staf Kelurahan Jumerto.
Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan. Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, S.E., menyampaikan pesan agar para mahasiswa tetap membawa nilai empati dan kepedulian setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Ketika berada di tengah masyarakat, kita harus mampu menempatkan diri dan menghargai lingkungan maupun orang lain,” pesan Nurie kepada para mahasiswa.
Pesan senada disampaikan Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Ade Irma Noviyanti, S.Psi., M.Pd. Ia berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan berakhirnya KKN sebagai akhir dari hubungan yang telah terbangun.
Menurutnya, kekeluargaan dan silaturahmi yang terbentuk selama pengabdian perlu terus dijaga. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat juga diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa.
Sementara itu, Koordinator KKN Kolaboratif Jember #5 Kelurahan Jumerto, Rionis Adi Pratama, menyampaikan terima kasih kepada pihak kelurahan, DPL, perangkat kelurahan, serta masyarakat yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Berbagai pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kami. Meskipun masa KKN telah berakhir, kami berharap silaturahmi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga,” ujar Rionis.
Penarikan mahasiswa berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Perpisahan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa pengabdian boleh selesai secara administratif, tetapi pengalaman dan hubungan baik yang terbangun di Kelurahan Jumerto diharapkan tetap hidup.
Bagi para mahasiswa, Jumerto bukan sekadar lokasi KKN. Tempat ini menjadi ruang belajar tentang masyarakat, kepedulian, kebersamaan, dan arti hadir untuk memberikan manfaat. (rus)