Kondisi Warga Terlantar di Gambirono Membaik, Dugaan Penelantaran Keluarga Jadi Kendala
- 12 Maret 2026
- Dibaca 902 Kali
Bagikan Via:
Kondisi Warga Terlantar di Gambirono Membaik, Dugaan Penelantaran Keluarga Jadi Kendala
JEMBER, 12 MARET 2026 – Kondisi kesehatan Toher (51), warga Dusun Gambirono RT 003 RW 013 Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemah dan terlantar, dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukorejo, Rabu 11 Maret 2026.
Kepala Puskesmas Sukorejo, dr. Siti Masnunah, melalui petugas jaga malam Lukman Hakim menjelaskan bahwa sejak pertama kali masuk pada pagi hari, pasien langsung mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan yang bertugas. Hasilnya, kondisi pasien berangsur membaik dibandingkan saat pertama kali datang.
“Sejak masuk tadi pagi dan kami lakukan pertolongan awal, saat ini kondisinya sudah membaik. Tensinya sudah 100 yang awalnya 90. Pasien juga sudah makan cukup banyak, sudah bisa duduk, dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik,” kata Lukman Hakim saat ditemui pada Rabu malam, 11 Maret 2026.
Menurut Lukman, tim medis terus memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien secara berkala untuk memastikan stabilitas kesehatannya sebelum dilakukan penanganan lanjutan. Pihak puskesmas juga tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kemungkinan rujukan ke rumah sakit apabila kondisi medis memerlukan penanganan lebih lanjut.
Meski kondisi kesehatan pasien mulai membaik, pihak Puskesmas Sukorejo mengaku menghadapi kendala lain yang berkaitan dengan situasi sosial pasien, yakni dugaan penelantaran oleh pihak keluarga.
Lukman mengungkapkan bahwa sejak pasien masuk ke puskesmas hingga malam hari, belum ada satu pun anggota keluarga yang datang untuk mendampingi ataupun menjaga pasien selama menjalani perawatan. Hal tersebut menimbulkan perhatian tersendiri bagi pihak tenaga kesehatan yang menangani kasus tersebut.
“Sejak masuk puskesmas tidak ada satu pun dari pihak keluarga yang datang menjaga pasien. Bahkan untuk keperluan administrasi kependudukan pasien pun hanya dikirimkan melalui pesan WhatsApp,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat pihak puskesmas mengambil langkah koordinasi dengan pihak lain untuk mencari solusi terbaik bagi pasien, terutama terkait penanganan sosial yang bersangkutan.
Puskesmas Sukorejo telah berkoordinasi dengan Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) milik Dinas Sosial Kabupaten Jember guna membahas kemungkinan penanganan sosial apabila pasien benar-benar tidak mendapatkan pendampingan dari keluarga.
Selain itu, pihak puskesmas juga berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Desa Gambirono untuk memastikan kondisi keluarga pasien serta mencari solusi terbaik agar penanganan terhadap Toher dapat dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan sosial.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kondisi kesehatan sekaligus aspek sosial warga yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta instansi terkait diharapkan dapat bersama-sama menemukan jalan keluar agar pasien mendapatkan penanganan yang layak serta perlindungan sosial yang memadai. (yun)