Konsolidasi PKK Wuluhan Mulai Berbuah, Program MBG dan Penanganan Stunting Diperkuat
- 04 Mei 2026
- Dibaca 172 Kali
Bagikan Via:
Konsolidasi PKK Wuluhan Mulai Berbuah, Program MBG dan Penanganan Stunting Diperkuat
JEMBER, 04 MEI 2026 – Hasil konsolidasi Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Wuluhan mulai ditindaklanjuti dengan penguatan sejumlah program prioritas, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan stunting, hingga edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan rutin TP PKK yang dirangkaikan dengan halalbihalal di Pendopo Kecamatan Wuluhan pada Kamis, 30 April 2026 lalu. Sejumlah program lintas sektor yang dibahas dalam forum tersebut kini mulai memasuki tahap implementasi di tingkat desa.
Pembina TP PKK Kecamatan yang sekaligus Camat Wuluhan, Hanifah, menyampaikan bahwa program MBG dengan sasaran kelompok 3B direncanakan segera direalisasikan di Desa Dukuhdempok. Ia menegaskan, skema menu yang digunakan tidak jauh berbeda dengan Program Makanan Tambahan (PMT) yang sebelumnya telah berjalan.
“Ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan,” ujarnya, Senin 04 Mei 2026.
Di sisi lain, perhatian serius juga diarahkan pada peningkatan angka stunting di Desa Lojejer. Hanifah menekankan bahwa intervensi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi hingga edukasi keluarga.
“Perlu langkah bersama agar kasus stunting dapat ditekan secara bertahap,” katanya.
Sebagai penguat, Pemerintah Kabupaten Jember telah membentuk satuan tugas (satgas) yang menangani isu strategis, seperti kemiskinan, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), stunting, hingga pelaksanaan MBG. Satgas ini bertugas melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala di setiap wilayah.
Upaya pengentasan kemiskinan juga terus berjalan melalui verifikasi dan validasi (verval) data warga desil 1 oleh aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, sejumlah program pendukung tetap digulirkan, seperti Universal Health Coverage (UHC), perlindungan ketenagakerjaan bagi buruh tani dan guru ngaji, serta pengembangan sekolah rakyat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Wuluhan, Anita Trisiana, mendorong kader PKK untuk aktif dalam lomba vlog antar kelompok kerja (pokja) sebagai sarana edukasi publik terkait pengelolaan sampah berbasis teknologi terpadu.
“Edukasi ini penting agar masyarakat semakin sadar dan mampu mengelola sampah dari rumah tangga,” ujarnya.
Lomba tersebut telah memasuki tahap pendaftaran sejak April 2026 dan dijadwalkan diumumkan pada 11 Juli 2026. Selain itu, Desa Kesilir juga tengah dipersiapkan untuk mewakili kecamatan dalam penilaian Kabupaten Layak Anak.
Dengan mulai bergeraknya berbagai program tersebut, sinergi antar pemangku kepentingan di Kecamatan Wuluhan diharapkan semakin solid dalam menjawab isu-isu strategis di tingkat lokal. (riz)