Krisis Air Bersih Belum Berakhir, BPBD Jember Kembali Kirim 5.000 Liter ke Patrang
- 05 November 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih Belum Berakhir, BPBD Jember Kembali Kirim 5.000 Liter ke Patrang
JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Jember. Kali ini, sebanyak 135 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, mendapatkan bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Kamis 05 November 2026.
Bantuan tersebut menyasar warga di Lingkungan Cangkring, tepatnya RT 001 dan RT 002 RW 003, serta Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang. Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih dengan pendampingan donatur Sahabat D&A.
Kekurangan air bersih di wilayah tersebut telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Kondisi ini dipicu oleh sumber air dari sumur milik warga yang mulai mengering dan sebagian tidak lagi layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Akibatnya, warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, serta keperluan rumah tangga lainnya. Bahkan, sebagian warga harus menempuh jarak sekitar satu kilometer menuju sungai untuk mendapatkan sumber air.
Berdasarkan pendataan, di Lingkungan Cangkring RT 002 RW 003 terdapat 50 KK terdampak dari total 64 KK. Sementara di RT 001 RW 003 tercatat sebanyak 65 KK terdampak dari total 80 KK.
Adapun di Jalan Srikoyo, Lingkungan Krajan, RT 004 RW 009, terdapat 20 KK yang turut mengalami kesulitan air bersih. Dengan demikian, total warga terdampak di wilayah Kelurahan Patrang mencapai 135 KK.
Pejabat Fungsional Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Hady Mulyono, S.T., menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam penanganan dampak kekeringan. Kami berupaya memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air tetap memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Hady Mulyono.
Ia menambahkan, bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang sumber air sumurnya sudah mengering atau tidak layak digunakan.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara hemat dan bijak. Mengingat kondisi kekeringan masih berlangsung, penggunaan air perlu diperhatikan agar bantuan yang diterima bisa dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim BPBD Jember berangkat menuju lokasi pada pukul 08.50 WIB dan tiba sekitar pukul 09.10 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pendampingan penyaluran air bersih dari donatur Sahabat D&A ke sejumlah tandon yang telah tersedia.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga, BPBD Jember juga telah menyediakan lima unit tandon air milik BPBD di wilayah tersebut. Distribusi bantuan kali ini menggunakan satu unit truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter air bersih.
BPBD Jember merekomendasikan agar penyaluran bantuan air bersih di wilayah terdampak dilakukan secara berkala setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga perlu dilanjutkan untuk mencari solusi penanganan kekurangan air bersih secara berkelanjutan.
Hingga 5 November 2026, total air bersih yang telah didistribusikan di wilayah tersebut mencapai 57.500 liter.
Melalui langkah penanganan ini, BPBD Jember berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung, sekaligus mendorong adanya penanganan lanjutan agar warga tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air bersih. (bob)