logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Kunjungan dan Klarifikasi Temuan Roti Berjamur pada Menu MBG di Dapur SPPG Mitra Kaliwates Mandiri 1 Kelurahan kepatihan Kecamatan Kaliwates

  • 10 Maret 2026
  • Dibaca 276 Kali
Bagikan Via:
kunjungan-dan-klarifikasi-temuan-roti-berjamur-pada-menu-mbg-di-dapur-sppg-mitra-kaliwates-mandiri-1-kelurahan-kepatihan-kecamatan-kaliwates-20260310

Kunjungan dan Klarifikasi Temuan Roti Berjamur pada Menu MBG di Dapur SPPG Mitra Kaliwates Mandiri 1 Kelurahan kepatihan Kecamatan Kaliwates

Kaliwates – Pemerintah Kecamatan Kaliwates bersama lintas sektor terkait melakukan kunjungan dan klarifikasi terhadap temuan roti berjamur pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan oleh wali murid pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di Dapur SPPG Mitra Kaliwates Mandiri 1 Kepatihan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Hidayatul Mujtadin Loji, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Camat Kaliwates yang didampingi oleh Kepala Seksi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Kaliwates serta Kepala Puskesmas Jember Kidul. Kegiatan ini dilakukan untuk mengonfirmasi secara langsung temuan roti berjamur yang sempat beredar di masyarakat dan menjadi perhatian para wali murid.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SPPG Mitra Kaliwates Mandiri 1, Eka Yuliani, S.Tr.Gz, menyampaikan bahwa pihaknya telah segera menangani laporan tersebut pada hari yang sama ketika informasi diterima. Pihak SPPG langsung melakukan koordinasi dengan seluruh sekolah penerima manfaat serta meminta wali murid untuk mendata jumlah roti yang ditemukan berjamur. Selanjutnya, produk tersebut segera ditarik dari sekolah-sekolah untuk diganti.

Kepala SPPG juga telah melakukan konfirmasi dan memberikan teguran kepada pihak penyedia roti tawar, yaitu UMKM Roti ANDA yang beralamat di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jember Kidul. Selain itu, langkah tegas juga diambil dengan melakukan pemutusan kontrak kerja sama dengan penyedia tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program.

Dijelaskan pula bahwa sebelum proses distribusi ke sekolah, pihak dapur SPPG sebenarnya telah melakukan penyortiran produk. Produk yang tidak memenuhi standar telah dikembalikan kepada pemasok untuk diganti. Namun demikian, masih ditemukan keluhan dari masyarakat terkait adanya roti yang berjamur.

Atas kejadian tersebut, Kepala SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan wali murid serta berkomitmen untuk mengganti seluruh produk yang bermasalah sesuai dengan daftar yang disampaikan oleh pihak sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Satgas juga memberikan sejumlah saran dan masukan guna meningkatkan pengawasan dan kualitas pengadaan produk pangan dalam program MBG. Beberapa di antaranya adalah perlunya seleksi yang lebih ketat terhadap UMKM penyedia, termasuk memastikan kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 2.357 produk roti.

Selain itu, dalam dokumen kerja sama (MoU) perlu ditegaskan ketentuan bahwa pemasok tidak diperkenankan melakukan subkontrak produksi tanpa persetujuan pihak SPPG. Apabila ditemukan produk yang tidak layak konsumsi, maka pemasok wajib mengganti seluruh produk yang didistribusikan, bukan hanya pada produk yang bermasalah saja, serta melakukan penarikan dari seluruh sekolah penerima. Risiko tidak dilakukan pembayaran juga dapat diterapkan apabila ditemukan pelanggaran atau kecurangan yang berpotensi membahayakan kualitas produk.

Tim Satgas juga menegaskan agar produk yang terindikasi basi atau berjamur tidak didistribusikan sama sekali, serta meminta Kepala SPPG untuk melaporkan setiap temuan, kendala, dan langkah tindak lanjut yang dilakukan melalui grup koordinasi SPPG Kecamatan. Selain itu, disarankan agar penggunaan pemasok dilakukan secara konsisten untuk menjaga keseragaman rasa, tampilan, dan kualitas produk.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala SPPG menyatakan kesiapan untuk melakukan klarifikasi secara terbuka kepada seluruh pihak terkait serta meningkatkan selektivitas dalam menentukan pemasok. Pihak SPPG juga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan lintas sektor guna mengantisipasi serta menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di lapangan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Kaliwates, Kasi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Kaliwates, Lurah Kepatihan, Kepala Puskesmas Jember Kidul, Staf PMKS Kecamatan, TKSK, petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Jember Kidul, ahli gizi, petugas promosi kesehatan, serta staf Seksi Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Kaliwates.

Selama kegiatan berlangsung, proses klarifikasi dan koordinasi berjalan dengan lancar. Pemerintah Kecamatan Kaliwates menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar kualitas makanan yang diterima para siswa tetap terjaga, aman, dan memenuhi standar kesehatan.

Galeri Foto