Lautan Obor dan Gema Selawat Warnai Puncak HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi di Lembengan Ledokombo
- 13 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Lautan Obor dan Gema Selawat Warnai Puncak HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi di Lembengan Ledokombo
JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 — Ribuan nyala api obor membelah malam di sepanjang jalan Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu 12 September 2026. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti pawai obor yang menjadi pembuka rangkaian Pengajian Umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan bernuansa religius dan kebangsaan yang dipusatkan di Lapangan Desa Lembengan ini diperkirakan dihadiri oleh sedikitnya 750 jemaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum.
Arak-arakan pawai obor dimulai tepat pukul 18.00 WIB dengan titik keberangkatan dari Simpang Tiga Lembengan menuju Lapangan Desa Lembengan. Rute sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut tampak semarak oleh lambaian api obor dan lantunan selawat badar. Guna memastikan ketertiban lalu lintas dan keselamatan peserta, patroli mobil Strada Polsek Ledokombo bersama tim gabungan memimpin langsung pengawalan di barisan terdepan.
Kepala Desa Lembengan, Moch. Soefijandi, S.E., M.M., bertindak selaku penanggung jawab kegiatan. Sejumlah tokoh agama terkemuka turut hadir di atas panggung kehormatan, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren KH. Khazin Mudzhar dan KH. Miftahul Arifin Hasan, serta Pengasuh PP Raudhatul Ulum Ledokombo Lora Fayyadussur. Hadir pula Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lembengan Wahid Slamet beserta seluruh jajaran anggota BPD dan perangkat desa.
Sebelum memasuki inti pengajian, suasana kian meriah dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang aneka perlombaan Agustusan yang telah dihelat warga selama sebulan penuh.
Dalam sambutannya, Kades Lembengan Moch. Soefijandi menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi dan perayaan kemerdekaan memiliki benang merah yang sama, yaitu semangat perjuangan dan perbaikan diri.
“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen introspeksi dan evaluasi atas amal perbuatan kita, serta meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW. Pemerintah Desa Lembengan berkomitmen penuh mendukung kegiatan keagamaan semacam ini. Selain itu, kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan, kondusifitas, dan keamanan lingkungan pasca-rangkaian HUT RI ke-81 ini,” ujar Soefijandi di hadapan para jemaah.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP yang hadir memantau jalannya malam puncak tersebut. Camat menilai sinergi antara nilai keagamaan dan semangat nasionalisme di Desa Lembengan patut diapresiasi karena mampu memperkokoh ketahanan sosial warga pedesaan.
“Perpaduan peringatan Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini adalah wujud nyata bagaimana kearifan lokal dan nilai spiritual mampu merawat persatuan warga. Kami dari pihak Muspika sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tertib dan guyub rukun. Semoga suasana harmonis seperti ini terus terjaga,” ungkap Camat Ledokombo.
Setelah pembacaan surah Yasin, tahlil, dan gema selawat nabi berkumandang khidmat, agenda dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Khazin Mudzhar. Dalam ceramahnya, KH. Khazin menguraikan esensi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal sebagai wujud syukur dan cinta umat Islam kepada sang pembawa risalah rahmatan lil ‘alamin.
“Ada tiga tujuan utama dari peringatan Maulid: mengingat kembali perjuangan berat Baginda Nabi, menumbuhkan mahabbah dengan memperbanyak selawat, serta meneladani kemuliaan akhlak beliau. Beliau bergelar Al-Amin karena kejujurannya, berhati lembut, pemaaf bahkan kepada orang yang memusuhinya, dan amat teguh dalam beribadah,” terang pengasuh PP Miftahul Ulum Suren tersebut.
Lebih lanjut, KH. Khazin berpesan agar hikmah Maulid diwujudkan dalam kehidupan nyata di era modern, yang mencakup tiga aspek: lisan dengan senantiasa berselawat, perbuatan dengan menghidupkan sunnah-sunnah kecil sehari-hari, serta hati dengan menjadi pribadi yang membawa kedamaian.
“Jadilah pribadi yang membawa rahmat, bukan penyebar kebencian dan fitnah, baik di tengah keluarga, lingkungan bertetangga, maupun di media sosial,” pesannya.
Rangkaian acara kemudian ditutup secara khusyuk lewat pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Miftahul Arifin Hasan menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB.
Kelancaran dan keamanan kegiatan berskala besar ini tak lepas dari kesiapsiagaan aparat keamanan gabungan. Sebanyak 5 personel Polsek Ledokombo, 3 personel Koramil Ledokombo, 4 personel Satpol PP Kecamatan, 1 tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Ledokombo, 6 anggota Linmas Desa Lembengan, serta 10 anggota Banser Satkoryon Ledokombo diterjunkan di berbagai titik strategis.
Kapolsek Ledokombo melalui perwira pengendali di lapangan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan jemaah atas kerja sama yang baik. Hingga seluruh rangkaian acara tuntas pada larut malam, situasi di Lapangan Desa Lembengan terpantau aman, tertib, dan kondusif.(yus)