logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Lawan Stunting sejak Dalam Kandungan, MBG 3B Siap Jangkau 139 Warga Patrang

  • 04 Juni 2026
  • Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
lawan-stunting-sejak-dalam-kandungan-mbg-3b-siap-jangkau-139-warga-patrang-20260605

Lawan Stunting sejak Dalam Kandungan, MBG 3B Siap Jangkau 139 Warga Patrang

JEMBER, 04 JUNI 2026 – Komitmen mencegah stunting sejak dini terus diperkuat di Kabupaten Jember. Kelurahan Patrang bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangga Raya Sejahtera "Jember Patrang Jemberlor 2" yang berlokasi di Jalan Mangga No. 35, Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Patrang, menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang belum memasuki usia sekolah.

Program yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut diharapkan mampu menekan angka stunting dengan memastikan kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Rapat koordinasi dihadiri Plt Lurah Patrang Hariyono, Kepala SPPG Jember Patrang Jemberlor 2 Endrian, ahli gizi, Ketua Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kelurahan Patrang Ernie Susilawati, serta lima kader Posyandu yang akan menjadi ujung tombak penyaluran program di masyarakat.

Plt Lurah Patrang, Hariyono mengatakan, bantuan makanan bergizi nantinya akan disalurkan melalui lima Posyandu yang menjadi sasaran program, yakni Posyandu Alamanda 1, Alamanda 11, Alamanda 12, Alamanda 13, dan Alamanda 15.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami, khususnya masyarakat Kelurahan Patrang. Mudah-mudahan bantuan ini dapat memberikan manfaat, terutama dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat," ujarnya, Kamis 04 Juni 2026.

Berdasarkan data yang telah dihimpun, sebanyak 139 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan menerima bantuan pemenuhan gizi melalui program tersebut.

Hariyono menjelaskan, jadwal dan mekanisme penyaluran masih menunggu hasil koordinasi lanjutan untuk menentukan pola distribusi yang paling efektif, apakah dilakukan setiap hari atau menyesuaikan dengan jadwal kegiatan Posyandu.

Sementara itu, Kepala SPPG Jember Patrang Jemberlor 2, Endrian, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan generasi masa depan sangat ditentukan oleh pemenuhan gizi sejak dini, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan.

Menurutnya, negara-negara dengan angka stunting rendah memiliki perhatian besar terhadap asupan gizi ibu hamil dan anak. Sebaliknya, kekurangan gizi pada masa kehamilan hingga usia pertumbuhan menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

"Untuk pelaksanaan program 3B ini, saya berharap dapat dimaksimalkan karena tujuan program ini sangat baik. Pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga anak lahir sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, saya mengimbau para ibu hamil agar memanfaatkan bantuan makanan bergizi ini dengan sebaik-baiknya demi kesehatan anak yang sedang dikandung," katanya.

Ia menambahkan, Program MBG untuk kelompok 3B sebenarnya telah menjadi bagian dari sasaran prioritas dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena sebelumnya pemerintah harus melakukan pemerataan penerima manfaat terlebih dahulu.

Saat ini, setiap dapur SPPG memiliki kapasitas pelayanan hingga sekitar 3.000 penerima manfaat yang mencakup siswa, tenaga pendidik, guru, dan kelompok prioritas lainnya. Seiring bertambahnya jumlah dapur, distribusi penerima manfaat menjadi lebih merata sehingga program untuk kelompok 3B dapat mulai dioptimalkan.

Menurut Endrian, penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dijadwalkan mulai berjalan pada Senin mendatang. Menu yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG), termasuk menu khusus bagi balita dengan tekstur yang lebih lembut dan mudah dikonsumsi.

Ketua PPKBD (Petugas Pembina Keluarga Berencana Desa) Kelurahan Patrang, Ernie Susilawati, menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara SPPG Mangga Raya Sejahtera, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

"Kami sangat bersyukur karena Program MBG 3B akhirnya dapat terlaksana di Kelurahan Patrang. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan ibu dan anak sebagai generasi penerus bangsa. Harapannya kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ernie juga mengajak seluruh penerima manfaat untuk memanfaatkan program tersebut secara maksimal dengan mengonsumsi makanan bergizi yang diberikan sesuai anjuran. Dengan dukungan seluruh pihak, Program MBG 3B diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, serta bebas stunting di Kelurahan Patrang. (rus)

Galeri Foto