logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Lebih Dekat dengan Tradisi, Cara PKK Kelurahan Mangli Isi Liburan dengan Selami Industri Rezti's Batik Mboeloe

  • 06 Juni 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
lebih-dekat-dengan-tradisi-cara-pkk-kelurahan-mangli-isi-liburan-dengan-selami-industri-reztis-batik-mboeloe-20260607

Lebih Dekat dengan Tradisi, Cara PKK Kelurahan Mangli Isi Liburan dengan Selami Industri Rezti's Batik Mboeloe

JEMBER, 06 MEI 2026 - Mengisi waktu libur dengan kegiatan produktif, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mengunjungi Rumah Produksi Rezti’s Batik Mboeloe di Jember, Sabtu 06 Juni 2026.

Alih-alih sekadar pelesiran, rombongan ibu-ibu PKK ini memilih menyelami lebih dalam industri kreatif lokal untuk mempelajari proses pembuatan batik khas Jember secara langsung. Kunjungan edukatif ini menjadi wujud nyata dukungan elemen masyarakat terhadap kelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi berbasis UMKM di daerah.

Rumah produksi yang digawangi oleh pasangan suami istri, Lestari dan Imam Syafii ini, dikenal memiliki manajemen operasional yang unik. Aktivitas workshop atau produksi kain batik dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sementara pada malam hari, lokasi ini dialokasikan khusus sebagai galeri pameran guna menyambut para pencinta wastra yang ingin berbelanja atau melihat koleksi eksklusif hasil buah karya mereka.

Kekaguman terhadap karya seni yang dihasilkan pun diakui langsung oleh Ketua TP PKK Kelurahan Mangli, Diana Ruspita. Di sela-sela kegiatan memantau proses produksi, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan karakteristik visual produk yang dipamerkan di galeri tersebut.

"Batik di Rezti's Batik Mboeloe ini memiliki keautentikan yang sangat kuat dan mencerminkan identitas asli daerah kita. Selain itu, motif-motifnya sangat bagus, kreatif, dan memiliki perpaduan warna yang memikat mata, sehingga sangat layak untuk dibanggakan, jadi membuat saya ingin membeli salah satu hasil produksinya ini," ungkap Diana Ruspita di sela-sela kunjungan.

Eksistensi Rezti’s Batik Mboeloe di industri fesyen lokal pun telah diakui secara luas, bahkan menjadi langganan para pejabat daerah. Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), diketahui beberapa kali memesan produk batik di tempat ini. Gus Fawait biasanya memilih varian batik dengan teknik pewarnaan alam yang ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika yang tinggi khas kontemporer Jember.

Saat ini, rumah produksi tersebut sedang disibukkan dengan berbagai pesanan besar dari institusi pendidikan dan keagamaan. Mereka tengah merampungkan pengerjaan produksi seragam untuk SMKN 4 Jember, serta pakaian jadi untuk PAUD Al-Mustajab Wuluhan. Sebelumnya, mereka juga sukses menyelesaikan proyek seragam untuk para pendamping haji daerah.

Keunggulan dari rumah produksi ini adalah layanan terintegrasi yang ditawarkan kepada konsumen. Salah satu perwakilan pengelola, Retno, memaparkan bahwa pihaknya memberikan kemudahan penuh bagi pelanggan dari hulu ke hilir.

"Kami tidak hanya memproduksi kain batik saja, tetapi juga melayani jasa jahit langsung sampai menjadi baju siap pakai. Jadi konsumen bisa memesan motif kustom sekaligus menyesuaikan ukuran pakaian yang mereka inginkan di satu tempat," ujar Retno di sela-sela mendampingi kunjungan PKK Mangli.

Selain aspek bisnis, Rezti’s Batik Mboeloe juga mengusung nilai sosial yang tinggi. Lestari dan Imam Syafii berkomitmen memberdayakan penyandang disabilitas dengan mempekerjakan dua orang pegawai spesial.

Mereka merupakan sepasang suami istri difabel yang dipercaya memegang peran krusial, yakni pada bagian desain motif dan bagian ngecap kain. Di tangan mereka, teknik pembuatan batik seperti teknik colek menggunakan kuas dan teknik celup dikerjakan dengan sangat presisi hingga menghasilkan kain berkualitas tinggi.

Melalui kunjungan ini, PKK Kelurahan Mangli tidak hanya membawa pulang pengalaman berlibur yang berkesan, tetapi juga wawasan mendalam mengenai rantai produksi batik lokal. Terlebih, Rezti's Batik Mboeloe juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum atau komunitas lain yang ingin datang dan belajar membatik melalui program edukasi yang mereka sediakan. (bjk)

Galeri Foto