Ledokombo Perkuat Peran Keluarga Anak Disabilitas, Orang Tua Dibekali Rencana Rehabilitasi Individual
- 04 Juni 2026
- Dibaca 135 Kali
Bagikan Via:
Ledokombo Perkuat Peran Keluarga Anak Disabilitas, Orang Tua Dibekali Rencana Rehabilitasi Individual
JEMBER, 04 JUNI 2026 - Upaya memperkuat lingkungan yang inklusif bagi anak dan remaja penyandang disabilitas terus dilakukan di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Puluhan orang tua dan pengasuh anak penyandang disabilitas dari Desa Sumberlesung dan Desa Sumbersalak mengikuti Orientasi Orang Tua dan Pengasuh tentang Individual Rehabilitation Plans (IRPs) dan Peran Keluarga di Balai Kecamatan Ledokombo, Kamis 04 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diinisiasi Tanoker bersama NRL Indonesia melalui Program BEN (Building Effective Networking). Hadir pula pendamping program serta unsur Pemerintah Kecamatan Ledokombo.
Orientasi digelar untuk memperkuat kapasitas keluarga dalam mendampingi proses rehabilitasi dan pemberdayaan anak penyandang disabilitas melalui pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).
Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai aktor utama dalam pemenuhan hak-hak anak disabilitas, mulai dari akses kesehatan, pendidikan, sosial hingga pemberdayaan ekonomi.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si, mengatakan keluarga memegang peran sentral dalam proses rehabilitasi dan pengembangan potensi anak penyandang disabilitas.
"Keberhasilan rehabilitasi dan pengembangan potensi anak penyandang disabilitas tidak hanya bergantung pada program pemerintah atau lembaga pendamping, tetapi sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif keluarga. Orang tua adalah pendamping pertama dan utama bagi anak," kata Nino.
Menurut dia, pemahaman orang tua terhadap kebutuhan anak, penyusunan rencana rehabilitasi, serta pola pengasuhan yang inklusif menjadi faktor penting dalam membangun masa depan anak yang lebih mandiri.
Nino menegaskan Pemerintah Kecamatan Ledokombo berkomitmen mendukung berbagai program yang berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak kelompok rentan, termasuk anak penyandang disabilitas.
"Pembangunan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial," ujarnya.
Materi orientasi disampaikan Nurhadi bersama tim fasilitator Program BEN. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep disabilitas dan inklusivitas, pentingnya RBM, serta penyusunan dan implementasi Individual Rehabilitation Plans (IRPs).
Nurhadi menjelaskan IRPs merupakan instrumen yang digunakan untuk memetakan kebutuhan serta perkembangan anak secara individual.
Menurut dia, IRPs bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan peta jalan yang membantu keluarga memahami kebutuhan spesifik anak dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
"Melalui IRPs, setiap anak memiliki rencana rehabilitasi yang disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhannya masing-masing. Karena itu keterlibatan orang tua menjadi sangat penting, mulai dari proses penyusunan, pelaksanaan hingga evaluasi perkembangan anak," ujarnya.
Ia menambahkan pendekatan rehabilitasi modern kini tidak lagi berfokus pada keterbatasan anak, melainkan pada penguatan potensi, kemampuan, serta dukungan lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang secara optimal.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, hingga refleksi pengalaman pengasuhan sehari-hari.
Melalui metode partisipatif tersebut, para orang tua dan pengasuh dapat berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, sekaligus mencari solusi bersama dalam mendampingi anak penyandang disabilitas.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai IRPs dan memperkuat peran mereka dalam ekosistem rehabilitasi berbasis masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas dan bebas diskriminasi.
Dengan dukungan yang semakin kuat dari keluarga, anak-anak penyandang disabilitas di Ledokombo diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh, belajar, berpartisipasi, dan meraih masa depan yang lebih baik. (yus)