logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Medan Ekstrem Tak Surutkan Pelayanan Adminduk hingga Tembus Hutan

  • 13 September 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
medan-ekstrem-tak-surutkan-pelayanan-adminduk-hingga-tembus-hutan-20260913

Medan Ekstrem Tak Surutkan Pelayanan Adminduk hingga Tembus Hutan

JEMBER, 13 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga ke wilayah pelosok. Sabtu (12/09/2026), Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. bersama tim melakukan pelayanan perekaman adminduk secara jemput bola kepada warga Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, tepatnya di kawasan Pagar Saren Mantengan, Dusun Pring Padduh.

Kawasan tersebut berada di tengah hutan dengan akses yang cukup sulit. Untuk mencapai lokasi, tim harus menembus medan yang ekstrem menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan dan medan yang tidak mudah dilalui tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Peta Cinta yang digagas Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah dengan akses geografis yang sulit.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan jemput bola ini diistilahkan dengan SADAR, yakni Sapa Adminduk Warga. Melalui konsep tersebut, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi bergerak langsung menuju wilayah tempat tinggal warga yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan.

Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. mengatakan, pelayanan kepada masyarakat harus dapat menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali. Kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah agar masyarakat di wilayah pelosok tetap memperoleh hak pelayanan administrasi kependudukan.

“Pelayanan masyarakat harus kita hadirkan sampai ke pelosok. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan untuk datang ke kantor karena jarak dan kondisi medan, maka kita yang harus datang kepada masyarakat. Medan yang sulit bukan menjadi penghalang bagi kami untuk memberikan pelayanan. Justru melalui kegiatan seperti ini, pemerintah dapat benar-benar hadir dan menyapa masyarakat secara langsung,” ujar Faroek.

Menurutnya, program Peta Cinta memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah kecamatan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pola pelayanan jemput bola, warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap mendapatkan kesempatan untuk melakukan perekaman dokumen kependudukan tanpa harus menempuh perjalanan yang berat.

“Program Peta Cinta yang digagas Bapak Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. sangat membantu dalam memperluas jangkauan pelayanan. Kita tidak ingin pelayanan hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal dekat dengan pusat pemerintahan. Warga yang berada di daerah pelosok, termasuk yang aksesnya sulit seperti di wilayah Pagar Saren Mantengan ini, juga harus mendapatkan pelayanan yang sama,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Sumberjambe bersama tim dari Pelum turun langsung ke lokasi. Kiptiyah, S.Pd.I., M.M. selaku Plh. Kasi Pelum dan Agus Budi Santoso selaku Plh. Kasi PMKS turut mengikuti kegiatan pelayanan tersebut.

Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan menggunakan sepeda motor untuk menyesuaikan kondisi medan. Tim harus melewati jalan dengan kondisi yang cukup menantang hingga akhirnya tiba di wilayah permukiman warga yang berada di tengah kawasan hutan.

Kehadiran tim di lokasi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan pelayanan administrasi kependudukan dapat diakses masyarakat secara lebih mudah dan merata. Pelayanan jemput bola juga menjadi solusi bagi warga yang memiliki keterbatasan akses untuk datang langsung ke pusat pelayanan.

Pelaksanaan SADAR di Desa Rowosari menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya dilakukan di kantor pemerintahan. Pemerintah hadir secara langsung dengan mendatangi masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki tantangan geografis.

Program Peta Cinta yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat. Melalui inovasi pelayanan tersebut, pemerintah terus mendorong agar tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan.

Bagi masyarakat di Pagar Saren Mantengan, Dusun Pring Padduh, Desa Rowosari, kehadiran tim pelayanan di tengah hutan menjadi wujud nyata bahwa pemerintah berupaya hadir hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau.

Dengan semangat pelayanan jemput bola melalui SADAR, Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran kecamatan terus bergerak memastikan pelayanan administrasi kependudukan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

(wd)

Galeri Foto