Mendung di Kaliwates, Mentari di Telapak Tangan Lansia Mangli
- 24 Februari 2026
- Dibaca 235 Kali
Bagikan Via:
Mendung di Kaliwates, Mentari di Telapak Tangan Lansia Mangli
PPID.JEMBER – Langit di atas Kecamatan Kaliwates tampak murung pada Selasa pagi, 24 Februari 2026. Sejak fajar menyingsing, mendung tebal menyelimuti wilayah Jember, membawa gerimis tipis yang membasahi aspal jalanan. Namun, suasana dingin di luar sana berbanding terbalik dengan kehangatan yang tercipta di dalam Pendopo Kecamatan Kaliwates. Tepat pukul 09.00 WIB, puluhan warga lanjut usia telah berkumpul dengan rapi, menanti hadirnya secercah dukungan dari pemerintah melalui program PKH Plus.
Pagi itu, Pendopo Kecamatan menjadi saksi bisu perjuangan para lansia yang tetap bersemangat meski rintik hujan terus turun. Acara penyaluran bantuan sosial ini dipimpin langsung oleh Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos. Kehadiran beliau memberikan ketenangan tersendiri bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir. Dengan senyum ramah, beliau memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan tertib dan memprioritaskan kenyamanan para lansia yang menjadi sasaran utama program ini.
Di antara kerumunan warga, terlihat tujuh orang KPM yang berasal dari wilayah Kelurahan Mangli. Mereka tidak datang sendirian; kehadiran mereka didampingi dengan penuh kesabaran oleh Kasi PMKS Kelurahan Mangli, Sri Astutik, S.Sos. Pendampingan ini bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk nyata perhatian perangkat kelurahan untuk memastikan warga Mangli, terutama yang sudah lanjut usia, mendapatkan haknya tanpa hambatan. Sri Astutik terlihat sibuk namun tetap lembut saat membantu para lansia menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan, sesekali beliau memberikan semangat kepada mereka agar tetap menjaga kesehatan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
Penyaluran PKH Plus kali ini kembali melibatkan Bank Jatim sebagai instansi penyalur. Program ini sejatinya merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun, ada pemandangan yang sedikit berbeda di meja petugas Bank Jatim pagi ini. Jika biasanya bantuan disalurkan melalui kartu ATM, kali ini bantuan dicairkan secara tunai atau cash. Hal ini dilakukan karena mayoritas KPM lansia tersebut memang belum memiliki kartu ATM Bank Jatim. Pihak bank memahami kendala teknis tersebut dan memilih cara yang paling memudahkan bagi warga, sehingga para lansia tidak perlu merasa bingung dengan prosedur perbankan yang rumit.
Satu per satu, warga Mangli dipanggil menuju meja petugas. Lembaran uang tunai yang diterima bukan sekadar nominal bagi mereka, melainkan napas baru untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan di hari tua. Meski cuaca di luar pendopo masih menyisakan mendung dan gerimis yang tak kunjung usai, wajah-wajah para penerima manfaat tampak lebih cerah saat menggenggam bantuan tersebut. Langkah kaki mereka saat meninggalkan pendopo terasa lebih ringan, membawa pulang kabar baik untuk keluarga di rumah.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara kecamatan, kelurahan, dan lembaga perbankan mampu menciptakan pelayanan publik yang inklusif. Di bawah naungan Pendopo Kaliwates, gerimis pagi itu tidak lagi terasa dingin bagi tujuh warga Mangli, karena perhatian dari pemerintah hadir secara nyata tepat di hadapan mereka. Kesederhanaan proses dan ketulusan para petugas di lapangan menjadi catatan penting bahwa pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mengerti kebutuhan rakyatnya, terutama bagi mereka yang telah memasuki usia senja.