logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Menjaga Api Kebangsaan dari Jember: Strategi Teguh Kurniawan Membumikan Pancasila hingga Generasi Muda

  • 28 Maret 2026
  • Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
menjaga-api-kebangsaan-dari-jember-strategi-teguh-kurniawan-membumikan-pancasila-hingga-generasi-muda-20260328

Menjaga Api Kebangsaan dari Jember: Strategi Teguh Kurniawan Membumikan Pancasila hingga Generasi Muda

JEMBER, 28 MARET 2026 – Di tengah arus globalisasi yang kian deras dan tantangan disintegrasi yang tak kasat mata, upaya merawat ideologi bangsa menjadi kerja yang tak bisa ditunda. Di Kabupaten Jember, peran itu dijalankan secara sistematis oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), khususnya melalui Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa yang dipimpin oleh Teguh Kurniawan, S.Sos.

Bagi Teguh, menjaga ideologi bukan sekadar wacana normatif, melainkan kerja nyata yang harus hadir di tengah masyarakat. “Nilai-nilai kebangsaan harus hidup, bukan hanya dihafal. Ia harus dirasakan, dipahami, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan koordinasi di Jember, Sabtu 28 Maret 2026.

Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan yang berlaku, bidang yang dipimpinnya memiliki tugas strategis dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, serta sejarah kebangsaan. Tugas tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai fungsi, mulai dari penyusunan program kerja, perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan kebijakan, hingga monitoring dan evaluasi di tingkat kabupaten.

Namun, yang membuat kerja ini terasa hidup adalah pendekatan yang membumi. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Forum ini menjadi ruang dialog lintas etnis di Jember—mulai dari komunitas Tionghoa, Batak, hingga berbagai kelompok lokal lainnya—untuk memperkuat harmoni sosial.

“Keragaman bukan untuk dipertentangkan, tapi dirawat bersama. FPK menjadi jembatan penting untuk menjaga komunikasi antar kelompok,” jelas Teguh.

Tak berhenti di sana, upaya penguatan ideologi juga menyasar generasi muda. Melalui berbagai forum, Bakesbangpol aktif menggelar sosialisasi ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini dirancang interaktif agar mudah dipahami oleh kalangan muda, yang kini hidup dalam era digital dengan tantangan yang berbeda.

Menariknya, strategi komunikasi publik juga dilakukan melalui siaran radio. Dalam program Mozaik Nusantara di RRI, Bakesbangpol menggandeng tokoh lintas etnis dan tokoh pemuda untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Diskusi yang hangat dan inklusif menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai persatuan kepada masyarakat luas.

Di sisi lain, pembentukan karakter generasi muda juga dilakukan melalui program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, program ini tidak hanya berorientasi pada seremoni pengibaran bendera, tetapi juga sebagai proses kaderisasi calon pemimpin bangsa.

“Paskibraka adalah ruang pembentukan karakter. Di sana, anak-anak muda belajar disiplin, tanggung jawab, dan nilai-nilai Pancasila,” tambah Teguh.

Langkah konkret lainnya terlihat dalam pelaksanaan aksi bela negara melalui Apel Kebangsaan dan Apel Sholawat Kebangsaan yang dikemas dalam program “Bunga Desa” dan “Gus Menyapa”. Program ini tidak hanya menjadi sarana penguatan ideologi, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain menyampaikan program strategis, kegiatan ini juga menjadi media untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menyerap aspirasi warga secara langsung.

Suasana kebersamaan yang terbangun dalam setiap kegiatan menjadi bukti bahwa pendekatan humanis masih menjadi kunci dalam membangun kesadaran kebangsaan. Di tengah tantangan zaman, nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan persatuan terus dihidupkan melalui berbagai inovasi program.

Apa yang dilakukan oleh Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Jember menunjukkan bahwa merawat bangsa tidak selalu harus dengan cara besar. Justru dari langkah-langkah kecil yang konsisten—dari forum dialog, siaran radio, hingga pembinaan pemuda api kebangsaan itu tetap menyala. (but)

Galeri Foto