logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Menjangkau Ibu Hamil Risiko Tinggi di Rumah demi Kehamilan yang Tetap Terpantau

  • 14 Juli 2026
  • Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
menjangkau-ibu-hamil-risiko-tinggi-di-rumah-demi-kehamilan-yang-tetap-terpantau-20260715

Menjangkau Ibu Hamil Risiko Tinggi di Rumah demi Kehamilan yang Tetap Terpantau

JEMBER, 14 JULI 2026 – Perjalanan menuju rumah seorang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk tidaklah mudah. Jalan yang sempit, menanjak, dan cukup sulit dilalui menjadi tantangan yang harus dihadapi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi langkah tim kesehatan untuk memastikan ibu hamil risiko tinggi tetap memperoleh pemeriksaan secara berkala.

Pada Senin, 13 Juli 2026, tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Jelbuk melakukan kunjungan rumah kepada seorang ibu hamil yang mengalami keterbatasan untuk datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan mendatangi langsung rumah pasien, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi kesehatan ibu dan janin sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan.

Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi umum ibu, mengukur tekanan darah, memantau perkembangan kehamilan, serta memberikan konseling terkait pola hidup sehat dan tanda bahaya kehamilan yang perlu diwaspadai. Pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Jelbuk, Warda Arumsari, S.K.M., M.Kes., mengatakan bahwa kunjungan rumah menjadi salah satu upaya untuk memastikan ibu hamil yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

“Kami melakukan kunjungan rumah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah kondisi jalan yang cukup sulit," ujar Warda Arumsari.

"Melalui pemeriksaan ini, kami dapat memantau kondisi ibu dan janin secara berkala. Pemantauan rutin sangat penting, terutama bagi ibu hamil risiko tinggi, agar apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada risiko yang lebih berat, penanganan dan pendampingan dapat segera diberikan," imbuhnya.

Selain melakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan juga mengajak keluarga untuk turut berperan dalam mendukung kesehatan ibu hamil, mulai dari memastikan asupan gizi yang cukup, mengingatkan jadwal pemeriksaan kehamilan, hingga segera melaporkan apabila ibu mengalami keluhan atau tanda bahaya. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa masih ada masyarakat yang menghadapi tantangan dalam memperoleh layanan kesehatan akibat kondisi geografis dan keterbatasan akses. Meski demikian, melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, pemeriksaan kehamilan tetap dapat menjangkau warga yang membutuhkan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, diharapkan kondisi ibu dan janin dapat terus terpantau sehingga risiko kehamilan dapat dikenali lebih dini dan ditangani secara tepat. (ken)

Galeri Foto