Menjawab Kritik Publik, Gus Fawait Buka Dialog Lewat Live Streaming Bertajuk "Gus Bupati Menjawab".
- 13 April 2026
- Dibaca 282 Kali
Bagikan Via:
Menjawab Kritik Publik, Gus Fawait Buka Dialog Lewat Live Streaming Bertajuk "Gus Bupati Menjawab".
Lewat kanal live streaming bertajuk "Gus Bupati Menjawab" pada Jumat malam (10/4/2026), Ia membuka ruang dialog sebagai upaya memperkuat transparansi dan menjawab langsung berbagai isu di tengah masyarakat. Gus Fawait selaku Bupati Jember, lebih memilih dan menjawab kritik publik melalui siaran langsung.
Kegiatan ini diikuti ribuan penonton secara daring serta menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, mulai dari Akademisi, Ekonom, hingga Praktisi media. Forum tersebut akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan atau aspirasi dan sekaligus akan mendapatkan penjelasan langsung dari Bupati Jember.
Gus Fawait dalam pemaparannya menegaskan, bahwa pendekatan komunikasi ini bertujuan menghilangkan jarak antara pemerintah dan masyarakat. “Kami dari Pemerintah hadir di sini bukan untuk retorika atau hiburan semata, tapi untuk memberikan kepastian. Publik berhak tahu apa yang sedang kita kerjakan dan mengapa kebijakan itu diambil,” ujarnya.
Diskusi tersebut juga membahas sejumlah program prioritas daerah, di antaranya Mlijo Cinta dan Bunga Desaku. Program Mlijo Cinta yang berfokus pada pemberdayaan pedagang kecil menjadi perhatian karena dinilai harus mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi mikro.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berbasis bantuan, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan produsen lokal dengan pasar secara langsung.
Sementara itu, Program Bunga Desaku yang mendorong kehadiran langsung pemerintah di tingkat desa juga menjadi bahan diskusi dalam forum ini. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mempercepat pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di lapangan.
Ia juga menegaskan, Bunga Desaku adalah cara kami menjemput masalah sebelum menjadi bom waktu kedepannya. Banyak persoalan di Desa yang tidak bisa dipahami hanya dari balik meja di Kantor Kabupaten. Dengan hadir langsung, keputusan bisa diambil dalam hitungan jam, bukan minggu,” tegasnya.
Forum ini juga membahas isu kemiskinan dan optimalisasi infrastruktur daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan. Gus Fawait menekankan pentingnya sinergi antara program sosial dan pembangunan fisik agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Melalui forum ini, Pemerintah Daerah menunjukkan komitmen terhadap keterbukaan informasi dan penguatan partisipasi publik. Ke depan, pola komunikasi interaktif tersebut diharapkan terus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.(SAR)