Menjemput Pelangi di Lereng Argopuro, Pesona Magis Air Terjun Tancak di Kecamatan Panti Jember
- 20 Maret 2026
- Dibaca 379 Kali
Bagikan Via:
Menjemput Pelangi di Lereng Argopuro, Pesona Magis Air Terjun Tancak di Kecamatan Panti Jember
JEMBER, 20 MARET 2026 - Kabupaten Jember mungkin kondang dengan kemeriahan karnaval dunianya atau kepulan asap tembakau terbaiknya. Namun, bagi mereka yang bersedia menembus rimbunnya perbukitan hijau, kabupaten ini menyimpan sebuah rahasia yang jauh lebih tenang sekaligus megah: Air Terjun Tancak.
Berdiri kokoh di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Kecamatan Panti, Tancak bukan sekadar destinasi air terjun biasa. Terletak pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), tempat ini adalah jawaban bagi para petualang yang merindukan udara pegunungan yang murni dan pemandangan yang belum terjamah riuh rendah komersialisasi.
Perjalanan dimulai dengan berkendara sejauh 15 kilometer dari pusat Kota Jember menuju Desa Suci. Namun, petualangan yang sesungguhnya baru dimulai saat Anda melangkahkan kaki menyusuri jalan setapak. Selama 30 hingga 45 menit, Anda akan diajak "berkencan" dengan alam.
Kanan-kiri jalur trekking didominasi oleh perkebunan kopi yang rimbun dan hutan tropis yang lembap. Udara di sini terasa begitu ringan, seolah mencuci bersih polusi yang mengendap di paru-paru. Sesekali, sapaan hangat petani kopi lokal dan kicauan burung endemik menjadi soundtrack perjalanan yang otentik.
"Berwisata ke Tancak bukan sekadar melihat air jatuh. Ini adalah perjalanan spiritual untuk kembali ke alam," ujar Surakal, seorang pemandu lokal, Jumat 20 Maret 2026.
"Lelahnya trekking akan langsung terbayar lunas begitu kabut tipis dari percikan air menyentuh wajah Anda," imbuhnya.
Begitu sampai, mata Anda akan tertuju pada kucuran air raksasa setinggi kurang lebih 100 meter. Tancak adalah salah satu air terjun tertinggi di Jember, di mana debit airnya menghantam bebatuan purba dengan gemuruh yang menenangkan.
Jika beruntung datang saat matahari berada di posisi yang tepat, Anda akan menyaksikan fenomena magis: bias cahaya yang menabrak butiran air menciptakan pelangi kecil di dasar air terjun. Tebing batu yang diselimuti lumut hijau pekat menambah kesan Instagrammable namun tetap terasa purba dan alami.