logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Operasi SAR Hari Ketiga Dua Korban Hilang di Pesisir dan Sungai Jember Belum Membuahkan Hasil

  • 18 Februari 2026
  • Dibaca 285 Kali
Bagikan Via:
operasi-sar-hari-ketiga-dua-korban-hilang-di-pesisir-dan-sungai-jember-belum-membuahkan-hasil-20260218

Operasi SAR Hari Ketiga Dua Korban Hilang di Pesisir dan Sungai Jember Belum Membuahkan Hasil

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap dua orang korban hilang di wilayah Kabupaten Jember memasuki hari ketiga pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB dengan fokus pencarian di dua lokasi berbeda, yakni Pantai Canga'an, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, serta aliran Sungai Bedadung di Dusun Karang Semanding, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Operasi ini dilaporkan kepada Bapak Bupati Jember dan ditembuskan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta unsur TNI, Polri, dan kecamatan setempat. Hingga hari ketiga pelaksanaan, kedua korban masih belum ditemukan meskipun upaya pencarian terus dimaksimalkan oleh tim SAR gabungan.

Korban pertama diketahui bernama Faruq Febriansyah, 20 tahun, warga Dusun Garahan Jati, Desa Garahan, Kecamatan Silo. Berdasarkan kronologis, korban terjatuh ke laut saat memancing di Pantai Canga'an pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, dari ketinggian tebing kurang lebih lima meter. Sejumlah pemancing lain sempat melihat korban tenggelam dan berteriak meminta tolong, namun kondisi ombak serta keterbatasan alat membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan secara langsung. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dan diteruskan untuk dilakukan operasi pencarian.

Sementara itu, korban kedua bernama Pak Dullah atau Sariton, berusia 76 tahun, warga Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Korban diduga terseret arus banjir pada 12 Februari 2026 di sekitar jembatan perbatasan Desa Bangsalsari dan Curah Lele, Balung, setelah ditemukan sandal yang diduga milik korban. Pada Senin pagi, 16 Februari 2026, warga kembali menemukan sarung milik korban di aliran Sungai Karang Semanding. Mengingat korban telah dinyatakan hilang selama lima hari, tim SAR gabungan menyimpulkan bahwa korban kemungkinan telah terbawa arus sungai hingga ke laut, sehingga pencarian dilakukan bersamaan dengan korban pertama di wilayah perairan laut selatan.

Dalam pelaksanaan operasi hari ketiga, upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jember serta pembagian tim menjadi dua regu. Tim pertama melakukan pencarian menggunakan perahu di sekitar Pantai Payangan, sementara tim kedua melakukan penyisiran darat menggunakan kendaraan roda dua di Pantai Canga'an. Namun demikian, hasil operasi hingga pukul 16.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kendala utama yang dihadapi meliputi gelombang laut yang masih tinggi, hujan deras disertai angin, akses medan berlumpur, serta nihilnya sinyal komunikasi. Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan rencana pencarian laut dari Payangan ke arah timur hingga Nanggelan dan ke arah barat sampai Puger apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Galeri Foto