Merasa Diperhatikan, Guru Kitab Suci di Sumberbaru Terima Honorarium dari Pemkab Jember
- 12 Maret 2026
- Dibaca 144 Kali
Bagikan Via:
Merasa Diperhatikan, Guru Kitab Suci di Sumberbaru Terima Honorarium dari Pemkab Jember
JEMBER, 12 MARET 2026 - Cerly, seorang guru kitab suci nonmuslim di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasi atas penyaluran honorarium dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kepada para tokoh keagamaan.
Ia menilai program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah yang dirasakan oleh seluruh unsur masyarakat, termasuk kelompok minoritas.
Cerly merupakan salah satu penerima honorarium tahap pertama tahun 2026 yang disalurkan Pemkab Jember di Balai Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kamis 12 Maret 2026. Program itu menyasar guru ngaji muslim, guru kitab suci nonmuslim, serta petugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N).
Menurut Cerly, perhatian pemerintah daerah terhadap para pengajar agama menjadi hal yang penting, terutama bagi mereka yang selama ini mengabdikan diri membimbing umat dalam kehidupan beragama.
“Terima kasih kepada Bupati Jember atas pemberian honorarium bagi guru kitab suci. Sebagai bagian dari kelompok minoritas, kami merasa sangat diperhatikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Cerly.
Ia menilai program tersebut tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap peran para pengajar agama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di masyarakat.
Penyaluran honorarium itu merupakan bagian dari program Pemkab Jember untuk memberikan dukungan kepada tokoh-tokoh keagamaan yang selama ini berperan dalam pembinaan spiritual masyarakat di tingkat desa.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan guru ngaji, guru kitab suci, dan petugas P3N memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Menurut Gus Fawait, para tokoh keagamaan tersebut selama ini mengabdikan diri dengan penuh ketulusan untuk membimbing masyarakat dalam menjalankan kehidupan beragama.
“Para guru ngaji, guru kitab suci, dan P3N adalah sosok yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan membimbing masyarakat dalam kehidupan beragama. Pemerintah daerah tentu memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian terhadap pengabdian mereka,” ujarnya.
Selain Cerly, sejumlah guru ngaji di wilayah Sumberbaru juga menerima honorarium dalam kegiatan tersebut. Mereka menyambut baik program tersebut karena dinilai membantu kebutuhan keluarga sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka mengajar pendidikan agama di masyarakat.
Penyaluran honorarium yang bertepatan dengan bulan Ramadan serta menjelang libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri diharapkan dapat membantu para penerima dalam memenuhi kebutuhan keluarga menjelang hari raya.
Pemkab Jember berharap program tersebut dapat memperkuat pendidikan keagamaan berbasis masyarakat sekaligus menjaga nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jember. (jh8)