Mini Lokakarya Percepatan dan Penurunan Stunting TK. Kecamatan.
- 26 April 2024
- Dibaca 2871 Kali
Bagikan Via:
Mini Lokakarya Percepatan dan Penurunan Stunting TK. Kecamatan.
Pada hari ini rabu tanggal 24 april 2024 dengan kegiatan Mini Lokakarya Percepatan dan Penurunan Stunting TK. Kecamatan,Permasalahan Stunting masih menjadi prioritas nasional hinggal Tahun 2024 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Stunting bukan hanya soal Kesehatan namun juga soal bidang lainnya seperti pola hidup, perekonomian, Pendidikan dan lain sebagainya. Salah satu program nasional dalam rangka mempercepat penurunan Stunting adalah Mini Lokakarya Stunting tingkat Kecamatan. Minilok merupakan kegiatan pertemuan di Kecamatan yang diinisiasi dan dipimpin oleh Camat dalam rangka mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga dan hasil pemantauan pendampingan keluarga di tingkat kecamatan agar terwujud 3 standar dan 4 pasti. 3 Standar yang dimaksud adalah Tim Pendamping Keluarga yang terlatih, tersedianya alat ukur/aplikasi pengukuran untuk sasaran stunting dan tersedia dan terlaksananya procedural operasional percepatan penurunan stunting sedangkan 4 pasti yang dimaksud adalah memastikan semua sasaran terdata, memastikan semua sasaran memperoleh pelayanan, memastikan semua sasaran memanfaatkan intervensi dari pelayanan dan memastikan semua pelaksanaan dan pendampingan tercatat dan terlaporkan.
Output yang diminta dalam kegiatan mini lokakarya ini adalah laporan pelaksanaan 3 standar dan 4 pasti, verifikasi dan validasi data kasus stunting dan keluarga beresiko stunting dan daftar rencana kerja dan target yang akan dilakukan dalam rangka pengawalan dan evaluasi palaksanaan pendampingan keluarga dan pembinaan tim pendamping keluarga. Yang secara sederhananya bisa di katakana minilok menjadi ruang evaluasi percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan,24 april 2024 minilok stunting berlangsung di Balai Penyuluh KB Kecamatan panti yang diikuti 10 peserta dan dihadiri juga oleh perwakilanHasil kegiatan :
1. Penyusunan rencana kerja upaya akselerasi penurunan stunting dari masings lintas sektor dengan diadakannya pertemuan seluruh kepala Desa, Ketua TPPS desa, Sekretaris TPPS Desa, Bikor, ahli gizi, Ka. PKM, ketua TPPS Kecamatan, dan KUA.
2. Mensosialisasikan kepada kader TPK tentang faktor pencetus stunting (BBLR, Pola Asuh, Pola Makan, Ekonomi, Penyakit Penyerta, dan Kelainan Bawaan) dengan harapan TPK melakukan KIE ke sasaran pendampingan.
3. Melakukan kunjungan lapang dengan lintas sektor kepada sasaran kasus stunting.
kecamatan panti yakni Bidang KB K3 bersama TA Satgas Stunting. Kegiatan yang dimulai dari jam 9 pagi sampai dengan 12.00 siang banyak membahas tentang Pengukur, alat ukur dan procedural operasional baik di TPPS Kecamatan maupun TPPS Desa.
Tim Pendamping Keluarga yang masing-masing tim terdiri dari Bidan, PKK dan Kader KB. Dalam diskusi, camat panti selaku pemimpin Pemerintahan kecamatan menitikberatkan pandangan pada tingginya kasus pernikahan dini sehingga dianggap penting awik-awik Desa dalam mengantisipasi kasus selanjutnya selain itu camat panti yang juga pembina PKK merencanakan Lomba PMT berpangan lokal di 7 Desa yang ada di Kecamatan panti dan ditutup dengan harapan sinergitas dari lintas sektor yang ada supaya angkat stunting segera terjun serendah-rendahnya.
Lebih lanjut lagi perwakilan KUA berasumsi bahwa siding isbat pernikahan ini menjadi penyebab pernikahan di usia dini. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya sanki terhadap pasangan di bawah usia dalam melangsungkan pernikahan dan itu secara hukum sah. Ini menjadi dilemma, di sisi lain pemerintah meminta untuk menggaungkan larangan pernikahan di usia anak tapi di sisi lain dalam waktu yang sama siding isbat tetap dibuka sebagai ruang bagi yang belum mendapatkan kartu nikah untuk mendapatkan kartu nikah secara gratis.
Hasil kegiatan :
1. Penyusunan rencana kerja upaya akselerasi penurunan stunting dari masings lintas sektor dengan diadakannya pertemuan seluruh kepala Desa, Ketua TPPS desa, Sekretaris TPPS Desa, Bikor, ahli gizi, Ka. PKM, ketua TPPS Kecamatan, dan KUA.
2. Mensosialisasikan kepada kader TPK tentang faktor pencetus stunting (BBLR, Pola Asuh, Pola Makan, Ekonomi, Penyakit Penyerta, dan Kelainan Bawaan) dengan harapan TPK melakukan KIE ke sasaran pendampingan.
3. Melakukan kunjungan lapang dengan lintas sektor kepada sasaran kasus stunting.
dalam kegiatan tersebut hadir juga:
1. Bapak camat panti
2. Kepala PKM Kecamatan panti
3. Bidan desa sekecamatan panti
4. Perwakilan dari DP2KB
Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.