logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Momen Nyepi dan Idul Fitri, Lurah Patrang Ajak Warga Perkuat Toleransi

  • 16 Maret 2026
  • Dibaca 348 Kali
Bagikan Via:
momen-nyepi-dan-idul-fitri-lurah-patrang-ajak-warga-perkuat-toleransi-20260316

Momen Nyepi dan Idul Fitri, Lurah Patrang Ajak Warga Perkuat Toleransi

JEMBER, 16 MARET 2026 - Momen berdekatan antara perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Lurah Patrang Hariyono saat mengunjungi Pura Agung Amerta Asri yang dikenal sebagai pura tertua di Kabupaten Jember, Senin 16 Maret 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap kehidupan toleransi yang telah lama terbangun di wilayah tersebut.

Menurut Hariyono, keberadaan pura yang berdampingan dengan masjid di wilayah RW 08 RT 04 Kelurahan Patrang mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati.

Ia berharap masyarakat dapat terus menjaga suasana damai, terlebih saat dua hari besar keagamaan berlangsung hampir bersamaan.

“Harapan kami, masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kedamaian. Momentum ini justru menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan antarumat beragama,” kata Hariyono.

Ia menambahkan, sikap saling menghargai antarumat beragama menjadi kunci agar seluruh rangkaian perayaan keagamaan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Sementara itu, Pemangku Pura Agung Amerta Asri Ide Bagus Rai Jelantik menilai pertemuan waktu antara Nyepi dan Idul Fitri tahun ini sebagai momen yang langka sekaligus bermakna bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, umat Hindu akan merayakan Nyepi pada 19 Maret, sementara umat Muslim diperkirakan merayakan Idul Fitri pada 20 Maret, sehingga kedua perayaan berlangsung hampir bersamaan.

“Momen seperti ini jarang terjadi. Biasanya perlu waktu beberapa tahun lagi untuk bisa bertepatan seperti sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat di lingkungan RT 04 RW 18 Krajan Patrang telah lama mempraktikkan tradisi silaturahmi lintas agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setelah Nyepi, umat Hindu biasanya mengundang warga Muslim untuk bersilaturahmi di Balai Paseban yang berada di lingkungan pura.

Sebaliknya, beberapa hari setelah Idul Fitri, umat Hindu juga diundang menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar warga Muslim.

Tradisi saling mengunjungi tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat yang memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman.

“Tradisi ini sudah berlangsung lama dan menjadi cara kami menjaga keharmonisan antarumat beragama,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat berharap momentum berdekatan antara Nyepi dan Idul Fitri tahun ini dapat semakin mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan di wilayah Patrang. (rus)

Galeri Foto