Monev Dana Desa Wonorejo Jadi Bukti Transparansi, Program Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Berjalan Optimal
- 11 Juni 2026
- Dibaca 111 Kali
Bagikan Via:
Monev Dana Desa Wonorejo Jadi Bukti Transparansi, Program Ketahanan Pangan dan Infrastruktur Berjalan Optimal
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Pemerintah Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola Dana Desa yang transparan dan tepat sasaran. Hal itu terlihat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa Tahap I Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Tim Fasilitator Kecamatan (TFK) Kencong bersama Muspika, Pendamping Desa, dan berbagai unsur terkait, Kamis 11 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan administrasi sekaligus meninjau langsung sejumlah program pembangunan dan ketahanan pangan yang telah direalisasikan oleh pemerintah desa. Hasilnya, seluruh kegiatan dinilai berjalan sesuai perencanaan tanpa ditemukan adanya penyimpangan baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan di lapangan.
Kasi PMKS Kecamatan Kencong, Moh. Harsono, mengatakan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya memastikan penggunaan Dana Desa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Melalui monev ini kami memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan dan program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Selain meninjau pembangunan infrastruktur, tim juga mengunjungi sejumlah program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas Desa Wonorejo. Program tersebut meliputi penggemukan sapi, budidaya jagung yang dikelola BUMDes, hingga budidaya ikan lele yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Harsono menilai langkah Desa Wonorejo dalam mengembangkan sektor peternakan, pertanian, dan perikanan secara terintegrasi menjadi contoh positif pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Wonorejo, Vicky Dwi Vaulan, menjelaskan bahwa Dana Desa Tahap I tahun 2026 digunakan untuk sejumlah program prioritas, mulai dari pembangunan jalan aspal, pemberdayaan masyarakat, hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Menurutnya, evaluasi yang dilakukan menjadi sarana untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan dan target yang telah ditetapkan.
"Kami berupaya menjaga transparansi dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Alhamdulillah hasil pemeriksaan menunjukkan kesesuaian antara administrasi dan kondisi di lapangan," katanya.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi dari tim monev adalah pembangunan jalan aspal yang realisasinya melampaui target awal. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, panjang jalan yang semula direncanakan 380 meter terealisasi sepanjang 385 meter dengan lebar tetap 2,5 meter.
Koordinator Kecamatan Pendamping Desa, Anton Ananta, menyebut tambahan volume pekerjaan tersebut menunjukkan adanya efisiensi dan optimalisasi pelaksanaan kegiatan oleh pemerintah desa.
"Ini menjadi indikator bahwa pembangunan dilaksanakan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ungkapnya.
Jalan yang dibangun tersebut memiliki peran penting sebagai akses menuju kawasan pertanian dan jalur distribusi hasil panen warga. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan semakin lancar dan produktivitas pertanian dapat meningkat.
Melalui hasil monev yang positif ini, Desa Wonorejo dinilai berhasil menjaga akuntabilitas penggunaan Dana Desa sekaligus mengoptimalkan program pembangunan dan ketahanan pangan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (gfr)