logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Tunjukkan Capaian Satu Tahun Berdiri

  • 21 Juni 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
open-house-sekolah-rakyat-terintegrasi-6-jember-tunjukkan-capaian-satu-tahun-berdiri-20260622

Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Tunjukkan Capaian Satu Tahun Berdiri

JEMBER, 21 JUNI 2026 – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 6 Jember menggelar kegiatan Open House pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Balai Pengembangan Pendidikan, Jalan Dr. Soebandi Patrang. Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi program sekolah, peninjauan fasilitas asrama, sekaligus pameran karya dan pertunjukan seni siswa.

Kepala SRT 6 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.TESOL, dalam laporannya menyampaikan capaian sekolah selama satu tahun berdiri. Pada jenjang Sekolah Rakyat Dasar, tercatat 23 siswa putra dan 20 siswa putri dengan total 43 siswa, di mana 8 di antaranya telah diluluskan pada tahun ini. Sementara pada jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), terdapat 25 siswa putra dan 28 siswa putri dengan total 53 siswa, dengan 4 siswa telah lulus.

Kartika memaparkan sejumlah prestasi yang diraih siswa, di antaranya satu medali emas dan empat medali perak cabang karate tingkat provinsi di Kabupaten Situbondo pada 2025, serta empat medali emas dan enam medali perak pada Kejuaraan Karate Open Piala Wali Kota Surabaya 2026. Di bidang seni, siswa SRT 6 Jember meraih juara harapan satu tari tradisional tunggal, sementara di cabang bridge meraih juara dua tingkat olimpiade dan dua medali perunggu Liga Seri 4 Kabupaten Jember. Salah satu siswa juga lolos sebagai peserta kontingen Jember pada Jambore Nasional di Cibubur, Jakarta, yang akan berlangsung Agustus 2026.

“Prestasi anak-anak kami buktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak akan menyurutkan semangat untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Dengan pengasuhan dan pendampingan yang tepat, anak-anak dari desil satu dan desil dua mampu menyetarakan diri dengan sekolah-sekolah unggulan di Jember, meski sekolah ini belum genap satu tahun berdiri,” ujar Kartika.

Ia menambahkan, program pendampingan literasi, numerasi, dan calistung telah membuahkan hasil signifikan. Jika di awal pembelajaran sekitar 60 persen siswa belum lancar membaca dan menulis, kini 95 persen siswa telah lancar membaca, menulis, dan calistung. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama melalui program mengaji setiap Senin dan Kamis, didampingi para ustazah serta pendampingan kerohanian dari Fatayat NU, hingga melahirkan siswa hafiz dan hafizah Al-Qur'an.

Selain bidang akademik dan keagamaan, sekolah turut mengembangkan program kewirausahaan dan keasramaan, seperti produksi telur asin, kerajinan rajut, hingga produk batik karya siswa. Tahun ini sekolah juga memiliki sembilan ekstrakurikuler, mulai dari patrol, English club, karate, tari, bridge, panahan, hadrah, seni rupa, pramuka, hingga sepak bola dan futsal, dengan rencana penambahan ekstrakurikuler bahasa Arab, Mandarin, dan Jepang pada tahun ajaran mendatang.

Sementara itu, Plh. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Mahmud Rizal, SE.,M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perkembangan SRT 6 Jember yang dinilai pesat meski baru berjalan sekitar delapan hingga sembilan bulan. Ia juga menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di belakang Jember Sport Garden, yang direncanakan membuka rekrutmen dengan kuota masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Sesuai dengan evaluasi Kementerian Sosial, kami di Dinas Sosial diberi tugas untuk mengawal mulai dari open house, penerimaan, hingga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, pengawalan tersebut mencakup aspek keamanan yang melibatkan unsur Polsek dan Koramil, kesehatan, hingga dukungan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman. Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, akan menindaklanjuti hal ini melalui surat keputusan Bupati terkait pembentukan tim transisi Sekolah Rakyat permanen guna mengawal proses rekrutmen hingga MPLS berjalan lancar. (rou)

Galeri Foto