Operasi Pencarian Hari Pertama Warga Hilang di Bangsalsari Jember Belum Membuahkan Hasil
- 16 Februari 2026
- Dibaca 288 Kali
Bagikan Via:
Operasi Pencarian Hari Pertama Warga Hilang di Bangsalsari Jember Belum Membuahkan Hasil
Pemerintah Kabupaten Jember menerima laporan pelaksanaan Operasi Pencarian Orang Hilang hari ke-1 yang berlangsung di wilayah Kecamatan Bangsalsari. Kegiatan operasi pencarian ini dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, setelah laporan awal diterima Pusdalops BPBD Jember pada pukul 13.16 WIB. Lokasi pencarian berada di Dusun Tegal Gebang, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, yang memiliki aliran sungai cukup panjang dan berarus. Operasi ini dilakukan sebagai respons atas laporan warga terkait hilangnya seorang lansia yang diduga terseret aliran sungai.
Korban dalam kejadian ini tercatat satu orang laki-laki lanjut usia atas nama Sariton, yang sehari-hari dikenal dengan panggilan Pak Dullah, berusia 76 tahun. Korban merupakan warga Dusun Tegal Gebang, RT 002 RW 015, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, dan diketahui tidak memiliki pekerjaan. Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan. Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat usia korban dan potensi risiko yang ditimbulkan dari kondisi lingkungan sekitar.
Berdasarkan kronologis kejadian, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, warga menemukan sandal milik korban di samping jembatan yang berada di sungai perbatasan antara Desa Sukorejo dan Desa Curahlele. Namun, tidak ada saksi mata yang melihat langsung korban masuk atau hanyut ke sungai tersebut. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban kemungkinan terjatuh atau terseret arus sungai.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh Ketua RT bersama warga setempat pada Sabtu, 14 Februari 2026. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih 10 kilometer, mulai dari Sungai Klimusan hingga DAM Marsedo, dengan menggunakan ban karet sebagai alat bantu. Setelah upaya pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil, kejadian kemudian dilaporkan kepada Polsek Bangsalsari dan diteruskan ke Pusdalops BPBD Jember untuk penanganan lebih lanjut secara terkoordinasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait melakukan koordinasi, asesmen lapangan, serta dokumentasi kegiatan. Operasi SAR melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas Pos SAR Jember, TNI-Polri, relawan SAR, serta warga setempat. Hingga pukul 16.30 WIB, pencarian masih belum membuahkan hasil dan operasi hari pertama resmi dihentikan untuk dilanjutkan pada hari berikutnya.
Sebagai tindak lanjut, operasi pencarian direncanakan akan kembali dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Tim merekomendasikan agar pencarian dilanjutkan dengan metode susur sungai menggunakan perahu rafting serta penyisiran darat menggunakan kendaraan bermotor untuk menjangkau area yang lebih luas. Laporan kejadian ini juga diteruskan kepada instansi terkait, termasuk BNPB, guna mendukung upaya pencarian lanjutan secara terpadu dan maksimal.