Semangat Selasa Pagi dari Banjarsengon: Korve Jadi Budaya, Pelayanan Kian Berkualitas
- 28 April 2026
- Dibaca 122 Kali
Bagikan Via:
Semangat Selasa Pagi dari Banjarsengon: Korve Jadi Budaya, Pelayanan Kian Berkualitas
JEMBER, 28 APRIL 2026 - Pagi di halaman Kantor Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, tampak berbeda dari biasanya. Bukan hanya aktivitas administrasi yang berjalan, tetapi juga semangat kebersamaan yang terpancar dari para aparatur yang bergotong royong dalam kegiatan kerja bakti (korve) rutin, Selasa 28 April 2026.
Dengan mengenakan pakaian kerja dan peralatan kebersihan di tangan, para staf tampak menyapu, merapikan taman, hingga membersihkan sudut-sudut kantor yang jarang tersentuh. Di tengah aktivitas itu, Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., turut hadir dan terlibat langsung, memberi contoh sekaligus menyemangati seluruh aparatur.
Bagi Sudik Haryono, korve bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus terus dijaga. Ia meyakini bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata rapi akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kebersihan kantor adalah cerminan pelayanan kita. Kalau lingkungan kerja nyaman, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih optimal,” ujarnya di sela kegiatan.
Pelaksanaan korve ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Jember yang menginstruksikan seluruh aparatur pemerintah untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih secara rutin setiap hari Selasa. Instruksi tersebut disambut positif oleh jajaran Kelurahan Banjarsengon, yang menjadikannya sebagai momentum memperkuat kedisiplinan dan rasa tanggung jawab bersama.
Menariknya, seluruh staf kelurahan terlibat tanpa terkecuali. Tidak ada sekat jabatan dalam kegiatan ini. Semua berbaur, bekerja sama, dan saling membantu, menciptakan suasana hangat yang jarang terlihat dalam rutinitas birokrasi sehari-hari.
Setelah kegiatan korve selesai, kebersamaan itu berlanjut dalam suasana yang lebih santai. Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Kelurahan Arik Riyantono, S.Sos., serta seluruh staf kelurahan, tampak berkumpul dan makan bersama. Momen ini menjadi sarana mempererat kekompakan, membangun komunikasi yang lebih cair, serta memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan kerja.
Di balik aktivitas sederhana ini, tersimpan pesan kuat tentang perubahan pola pikir aparatur. Bahwa pelayanan publik tidak hanya soal administrasi dan prosedur, tetapi juga dimulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.
Selasa pagi itu bukan hanya tentang bersih-bersih. Ia menjadi simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil—dari sapu yang digerakkan bersama, menuju pelayanan yang semakin bermakna. (sgk)