Pantau SPPG dari Hulu hingga Hilir, Tim Gabungan Jember Perkuat Pengawasan Program Pemenuhan Gizi di Pakusari
- 09 Juni 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Pantau SPPG dari Hulu hingga Hilir, Tim Gabungan Jember Perkuat Pengawasan Program Pemenuhan Gizi di Pakusari
JEMBER, 09 JUNI 2026 – Komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas program pemenuhan gizi masyarakat terus dilakukan melalui pengawasan dan evaluasi lapangan. Selama dua hari, 8–9 Juni 2026, tim gabungan yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Jember, Muspika Kecamatan Pakusari, serta UPTD Puskesmas Pakusari melaksanakan kegiatan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Pakusari.
Kegiatan supervisi tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan meninjau setiap tahapan penyelenggaraan program, mulai dari penerimaan bahan pangan, proses pengolahan makanan, penerapan standar higiene dan sanitasi, hingga mekanisme distribusi kepada para penerima manfaat. Selain itu, tim juga melakukan pengamatan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendukung serta sistem operasional yang diterapkan dalam pelaksanaan program.
Pelaksanaan supervisi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi faktual penyelenggaraan SPPG di Kecamatan Pakusari. Dengan turun langsung ke lapangan dan melihat setiap tahapan proses, tim dapat melakukan pemetaan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program secara objektif, terukur, dan komprehensif.
Dalam kegiatan tersebut, para petugas melakukan peninjauan di sejumlah titik yang menjadi bagian dari rantai pelayanan SPPG. Proses penerimaan bahan pangan menjadi salah satu fokus perhatian karena menjadi titik awal dalam menjamin kualitas makanan yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Tim memastikan bahwa bahan pangan yang diterima memenuhi standar yang telah ditetapkan dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Tidak hanya itu, proses pengolahan makanan juga menjadi bagian penting dalam supervisi. Tim mengamati secara langsung bagaimana pengelolaan makanan dilakukan, termasuk penerapan prinsip keamanan pangan, kebersihan peralatan, penggunaan alat pelindung diri oleh petugas, serta pengelolaan lingkungan kerja yang mendukung terciptanya makanan yang aman dan layak konsumsi.
Selanjutnya, tim juga meninjau penerapan standar higiene dan sanitasi di lokasi penyelenggaraan program. Aspek ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan dan keamanan pangan yang diberikan kepada masyarakat. Pengawasan terhadap kebersihan ruang pengolahan, penyimpanan bahan makanan, hingga proses pengemasan dilakukan secara cermat untuk mendapatkan gambaran kondisi riil di lapangan.
Pada tahap akhir, tim melakukan pemantauan terhadap proses distribusi makanan kepada penerima manfaat. Monitoring dilakukan untuk melihat ketepatan waktu distribusi, kondisi makanan saat diterima, serta mekanisme penyaluran yang diterapkan oleh penyelenggara program.
Kepala UPTD Puskesmas Pakusari, dr. Dian Alfiyatul Uliyah, M.M, menjelaskan bahwa kegiatan supervisi dan monitoring tersebut tidak dimaksudkan untuk menentukan layak atau tidak layaknya operasional SPPG. Menurutnya, kegiatan ini lebih difokuskan sebagai sarana pemantauan dan pengumpulan data guna memperoleh informasi yang lengkap mengenai pelaksanaan program di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana proses berjalan dari awal hingga akhir sehingga dapat diperoleh gambaran yang lengkap mengenai pelaksanaan SPPG di Kecamatan Pakusari. Hasil pemantauan ini nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk penguatan program ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi yang berbasis pada kondisi lapangan sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Dengan mengetahui berbagai dinamika yang terjadi selama pelaksanaan program, pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat menyusun langkah-langkah perbaikan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan.
Kolaborasi yang terjalin antara OPD Kabupaten Jember, Muspika Kecamatan Pakusari, dan UPTD Puskesmas Pakusari dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi yang berkualitas. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain sebagai sarana pemantauan, kegiatan supervisi juga menjadi wadah koordinasi antarinstansi dalam menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan program. Melalui komunikasi yang baik dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, berbagai potensi kendala dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi yang tepat dapat segera dirumuskan.
Pemerintah berharap kegiatan supervisi dan monitoring yang dilakukan secara berkala dapat menjadi instrumen penguatan tata kelola program pemenuhan gizi di Kabupaten Jember. Dengan pengawasan yang berkesinambungan, kualitas pelayanan diharapkan terus meningkat sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut sekaligus menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Melalui pengawasan yang terintegrasi dan kolaboratif, tujuan program SPPG di Kecamatan Pakusari diharapkan dapat tercapai secara efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (but)