logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pasca-Edukasi Iklim, Petani Tembakau Puger Siap Kembangkan Trichoderma Mandiri

  • 11 September 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
pasca-edukasi-iklim-petani-tembakau-puger-siap-kembangkan-trichoderma-mandiri-20260913

Pasca-Edukasi Iklim, Petani Tembakau Puger Siap Kembangkan Trichoderma Mandiri

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Para petani tembakau yang tergabung dalam Kelompok Tani Subur Satu, Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, mulai bersiap menerapkan pembuatan agen hayati Trichoderma secara mandiri di kelompok mereka.

Langkah tersebut menjadi tindak lanjut setelah para petani mendapatkan pembekalan mengenai strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember.

Kesiapan mengadopsi teknologi ramah lingkungan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan usaha tani tembakau terhadap perubahan cuaca. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 08 September 2026, dengan Kepala DTPHP Kabupaten Jember Sutiyoso, S.H., M.H., bersama Kepala Bidang Perkebunan Rudi, S.P., M.P., yang hadir mendampingi petani.

Dalam kegiatan tersebut, petani tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pelatihan pembuatan Trichoderma secara mandiri. Agen hayati ini diharapkan dapat membantu melindungi perakaran tanaman tembakau dari serangan jamur patogen yang berpotensi berkembang akibat kondisi kelembapan tanah yang tidak menentu.

Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Kabupaten Jember, Rudi, S.P., M.P., menegaskan bahwa hasil pelatihan harus segera diterapkan dalam praktik budi daya di lapangan.

“Penerapan adaptasi iklim tidak boleh berhenti pada teori semata. Melalui pelatihan Trichoderma ini, kami ingin petani tembakau memiliki benteng alami yang dapat diproduksi secara mandiri sehingga tanaman lebih tangguh dan biaya produksi tetap efisien,” ujar Rudi, Jumat 11 September 2026.

Menurutnya, penerapan agen hayati secara mandiri juga menjadi salah satu langkah untuk mendorong budi daya tembakau yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi usaha tani.

DTPHP Kabupaten Jember selanjutnya berkomitmen mengawal sekaligus mengevaluasi penerapan Trichoderma di lapangan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan risiko kerusakan tanaman akibat perubahan iklim, menjaga mutu hasil panen, serta mendukung peningkatan pendapatan petani tembakau di wilayah Puger. (fan)

Galeri Foto