Pasca FGD, DKPPP Jember Dorong Inovasi Pakan Unggas Berbasis Potensi Lokal
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Pasca FGD, DKPPP Jember Dorong Inovasi Pakan Unggas Berbasis Potensi Lokal
JEMBER, 16 OKTOBER 2026 – Pengembangan pakan unggas berbasis limbah dan sumber daya lokal menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Bioindustri Pakan Unggas Anti Heat Stress Berbasis Limbah dan Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Adaptasi Perubahan Iklim, yang berlangsung di Hotel Bintang Mulia Jember, Rabu 14 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Lumajang melalui program Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026 ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, peternak unggas, penyuluh, hingga pelaku usaha di wilayah Tapal Kuda. Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember turut berpartisipasi melalui Kepala Bidang Peternakan, drh. Elok Kristanti.
Dalam forum tersebut, Ketua Tim Peneliti, Dr. Rusli Tonda, S.Pt., M.Agr., memaparkan perkembangan penelitian yang telah melibatkan 130 responden peternak unggas dari target 200 responden.
"Sebanyak 43 responden di antaranya berasal dari Kabupaten Jember. Pengumpulan data tersebut menjadi bagian dari proses penelitian untuk menggali kondisi dan kebutuhan peternak sebagai dasar pengembangan model bioindustri pakan unggas," terangnya.
Diskusi juga menyoroti pemanfaatan limbah dan bahan baku lokal sebagai sumber daya bernilai tambah. Pengembangannya perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan, kesinambungan pasokan, mutu dan keamanan bahan baku, serta biaya pengolahan dan distribusi agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kehadiran DKPPP Kabupaten Jember dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan sektor peternakan melalui sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, peternak, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong pemanfaatan potensi lokal secara optimal serta menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Ke depan, pengembangan model bioindustri pakan unggas diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari pemanfaatan limbah, meningkatkan efisiensi produksi, serta mendukung adaptasi peternakan terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, inovasi pakan berbasis sumber daya lokal berpotensi menjadi salah satu langkah untuk membangun usaha peternakan yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Jember. (ran)