Jaga Masa Depan Anak, Ibu-Ibu di Wringinagung Kompak Hadiri Penimbangan Rutin di Posyandu Gladiol 27
- 10 Juni 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Jaga Masa Depan Anak, Ibu-Ibu di Wringinagung Kompak Hadiri Penimbangan Rutin di Posyandu Gladiol 27
JEMBER, 10 JUNI 2026 – Posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita setiap bulan. Di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Posyandu Gladiol 27 berkembang menjadi ruang edukasi dan penguatan kepedulian bersama terhadap kesehatan ibu dan anak.
Hal itu terlihat dalam kegiatan pelayanan Posyandu Gladiol 27 yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026. Sejak pagi, puluhan ibu bersama bayi dan balitanya memadati lokasi pelayanan. Mereka tidak hanya datang untuk memantau pertumbuhan anak, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai pola asuh, gizi, serta kesehatan anak pada masa tumbuh kembang.
Kegiatan yang digerakkan para kader posyandu tersebut berhasil menjangkau 36 anak, terdiri atas 7 bayi usia 0–12 bulan dan 29 balita usia 13–60 bulan. Tingginya tingkat kehadiran warga menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan anak secara rutin.
Selain melakukan penimbangan dan pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS), kader juga memberikan edukasi langsung kepada para orang tua berdasarkan hasil pemeriksaan. Dari hasil pemantauan, sebanyak 20 anak mengalami kenaikan berat badan. Sementara itu, terdapat 1 anak dengan berat badan tetap dan 9 anak mengalami penurunan berat badan.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui konseling individual. Para kader memberikan pendampingan kepada orang tua mengenai penyusunan menu bergizi, terutama pemenuhan protein hewani yang mudah diolah dan disukai anak, sebagai upaya memperbaiki status gizi serta meningkatkan nafsu makan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di tingkat desa. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 4 anak yang masuk kategori stunting. Para kader menegaskan bahwa kondisi tersebut harus ditangani secara bersama melalui perbaikan pola makan, pemantauan kesehatan, dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Perhatian serupa juga diberikan kepada ibu hamil yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dari 4 ibu hamil yang mengikuti pemeriksaan, terdapat 1 ibu hamil yang terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini menjadi perhatian bersama kader dan warga agar pendampingan gizi dapat dilakukan lebih intensif guna mencegah risiko kesehatan bagi ibu maupun janin.
Salah seorang peserta posyandu, Rini Handayani, mengaku merasa terbantu dengan layanan konsultasi yang diberikan kader. Menurutnya, pendekatan yang ramah membuat para orang tua lebih terbuka untuk menyampaikan berbagai persoalan terkait tumbuh kembang anak.
“Awalnya saya khawatir karena berat badan anak saya bulan ini turun. Setelah berkonsultasi, saya mendapat banyak masukan tentang menu makanan bergizi yang mudah dibuat di rumah. Pelayanannya sangat baik dan membuat kami merasa nyaman,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Jombang, Yuli Faris, mengapresiasi kekompakan kader dan masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan pelayanan posyandu. Menurutnya, keberhasilan menjaga kesehatan anak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan atau kader, tetapi juga pada kepedulian lingkungan sekitar.
“Posyandu Gladiol 27 telah menjadi ruang belajar bersama bagi para orang tua. Yang paling penting adalah adanya kepedulian dan semangat saling mendukung. Tidak ada yang saling menyalahkan, tetapi bersama-sama mencari solusi untuk kesehatan anak,” katanya.
Melalui kolaborasi antara kader, orang tua, dan masyarakat, Posyandu Gladiol 27 menunjukkan bahwa pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak dapat dimulai dari tingkat lingkungan. Semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan siap menyongsong masa depan.