logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Mayang

Peduli Lingkungan, Muspika Mayang dan Warga Gotong Royong Bersihkan Bekas TPS Tegal Gusi

  • 08 Mei 2026
  • Dibaca 141 Kali
Bagikan Via:
peduli-lingkungan-muspika-mayang-dan-warga-gotong-royong-bersihkan-bekas-tps-tegal-gusi-20260510

Peduli Lingkungan, Muspika Mayang dan Warga Gotong Royong Bersihkan Bekas TPS Tegal Gusi

JEMBER, 08 MEI 2026 - Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan unsur Muspika Kecamatan Mayang bersama masyarakat Dusun Tegal Gusi, Desa Mayang, Jumat 08 Mei 2026. Mereka melaksanakan kerja bakti besar-besaran di kawasan bekas tempat pembuangan sampah (TPS) yang selama ini menjadi keluhan warga.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Mayang Adi Kusnandar, Kapolsek Mayang, Danramil Mayang beserta jajaran, serta diikuti secara antusias oleh warga mulai dari unsur RT, RW, hingga masyarakat sekitar.

Kerja bakti ini merupakan tindak lanjut atas penyelesaian persoalan lingkungan yang sebelumnya dikeluhkan warga akibat menumpuknya sampah di lokasi tersebut. Menyikapi pengaduan masyarakat, Pemerintah Kecamatan Mayang bergerak cepat dengan menggelar pertemuan mediasi yang melibatkan warga, pemerintah daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mencari solusi bersama.

Camat Mayang Adi Kusnandar menjelaskan, berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, lokasi tersebut sebelumnya memang difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun, seiring waktu, kapasitas dan daya dukung lingkungan tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.

“Permasalahan menjadi semakin kompleks karena lokasi ini tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Kecamatan Mayang, tetapi juga digunakan oleh pihak dari luar kecamatan. Akibatnya, volume sampah meningkat tidak terkendali dan menimbulkan limbah cair, bau tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, pemerintah bersama warga akhirnya mengambil langkah tegas dengan menutup lokasi pembuangan sampah tersebut untuk sementara waktu hingga tersedia sistem pengelolaan yang memenuhi standar kesehatan lingkungan. Kebijakan itu disambut baik oleh masyarakat karena dinilai menjadi langkah awal menghentikan masuknya sampah baru yang berpotensi memperparah kondisi lingkungan.

Pasca penutupan lokasi, langkah prioritas berikutnya adalah membersihkan sisa tumpukan sampah yang telah mengendap cukup lama. Melalui kerja bakti tersebut, seluruh elemen masyarakat bersama Muspika turun langsung ke lapangan untuk mengangkat, memindahkan, dan membersihkan sisa-sisa sampah di area bekas TPS.

Fokus utama pembersihan dilakukan di sekitar bantaran dan saluran irigasi yang berada di dekat lokasi. Pasalnya, sebagian limbah dari tumpukan sampah diketahui mulai mencemari aliran irigasi yang menjadi sumber pengairan utama lahan pertanian warga.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas air, memicu timbulnya penyakit, serta berdampak terhadap hasil pertanian dan kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, saluran irigasi dibersihkan secara menyeluruh agar aliran air kembali lancar, bersih, dan terbebas dari limbah maupun sisa sampah.

Dalam kesempatan tersebut, Muspika Kecamatan Mayang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga atas kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Camat Adi Kusnandar berharap, dengan penutupan lokasi pembuangan sampah dan pembersihan besar-besaran yang dilakukan, kondisi lingkungan Dusun Tegal Gusi dapat kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Selain itu, kualitas air irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian warga diharapkan dapat kembali terjaga sehingga masyarakat tidak lagi khawatir terhadap dampak pencemaran lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa melalui komunikasi yang baik, musyawarah, dan semangat gotong royong, setiap persoalan di masyarakat dapat diselesaikan secara damai dan harmonis antara pemerintah dan warga,” pungkasnya.

Galeri Foto