logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Pelatihan Combine Harvester Jadi Upaya Menekan Risiko Kerusakan Alsintan di Lapangan

  • 21 Mei 2026
  • Dibaca 80 Kali
Bagikan Via:
pelatihan-combine-harvester-jadi-upaya-menekan-risiko-kerusakan-alsintan-di-lapangan-20260522

Pelatihan Combine Harvester Jadi Upaya Menekan Risiko Kerusakan Alsintan di Lapangan

JEMBER, 21 MEI 2026 - Modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh hadirnya alat panen berteknologi tinggi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan alat tersebut secara tepat. Di lapangan, tidak sedikit alat dan mesin pertanian mengalami kerusakan lebih cepat akibat penggunaan yang kurang sesuai maupun minimnya pemahaman perawatan dasar dari pengguna.

Kondisi itu menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember melalui Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluh Pertanian yang menggelar pelatihan pengoperasian combine harvester INARI RG 118 bagi kelompok tani pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Misnari, S.P, Pengawas Alat dan Mesin Pertanian bersama tim, dengan pendampingan teknis langsung dari pihak INARI.

Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada cara menjalankan mesin panen modern, tetapi juga membangun pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan alat secara aman, efisien, dan sesuai prosedur. Sebab, keberadaan alsintan modern akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila pengguna belum memahami karakter dan sistem kerja alat yang digunakan.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pengenalan mulai dari fungsi panel kontrol, teknik pengoperasian saat panen, hingga langkah pemeriksaan awal sebelum unit digunakan di lahan. Materi tersebut dinilai penting karena banyak kendala operasional di lapangan sebenarnya dapat dicegah melalui pengecekan sederhana sebelum alat dioperasikan.

Pengawas Alat dan Mesin Pertanian, Misnari, S.P, menjelaskan bahwa pelatihan menjadi bagian penting dalam mendukung pemanfaatan alsintan yang lebih optimal di tingkat petani.

“Kegiatan ini dilakukan agar kelompok tani tidak hanya bisa menjalankan alat, tetapi juga memahami cara penggunaan yang benar supaya alat tetap awet dan dapat dimanfaatkan secara maksimal di lapangan,” ujarnya.

Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pengoperasian combine harvester INARI RG 118 di area persawahan. Pendampingan dari pihak INARI dilakukan untuk membantu petani memahami teknik penggunaan alat sesuai kondisi lahan pertanian yang beragam.

Pendekatan seperti ini dinilai penting karena mekanisasi pertanian saat ini tidak lagi sekadar mempercepat proses panen, tetapi juga menuntut kemampuan adaptasi petani terhadap perkembangan teknologi pertanian modern. Dengan pemahaman yang baik, risiko kerusakan alat dapat ditekan, biaya operasional lebih terkendali, dan produktivitas panen dapat berjalan lebih efisien.

Melalui pelatihan tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember juga berharap kelompok tani semakin siap menghadapi pertanian modern yang kini semakin bergantung pada penggunaan alat dan mesin pertanian. Ke depan, pemanfaatan alsintan tidak hanya diharapkan mampu mempercepat pekerjaan di sawah, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha tani yang lebih efektif dan efisien. (fan)

Galeri Foto