PELATIHAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL (PKMN) ANGKATAN KE-5 BAGI DOKTER UMUM , BIDAN DAN PERAWAT DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
- 13 Juli 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
PELATIHAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL (PKMN) ANGKATAN KE-5 BAGI DOKTER UMUM , BIDAN DAN PERAWAT DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
RSD dr. Soebandi Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (PKMN) Angkatan ke-5 yang berlangsung pada 29 Juni hingga 11 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari dokter umum, bidan, dan perawat yang berasal dari 8 Puskesmas di Kabupaten Jember.
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) masih menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Berbagai kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, maupun pada bayi baru lahir membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar pelayanan medis. Keterlambatan dalam mengenali maupun menangani kondisi kegawatdaruratan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius yang berujung pada kecacatan bahkan kematian ibu dan bayi.
Melalui pelatihan ini, RSD dr. Soebandi Jember berupaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama agar mampu memberikan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi secara optimal. Selama pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif yang meliputi materi teori, diskusi kasus, simulasi klinis, hingga praktik keterampilan (skill station) yang mengacu pada pedoman dan standar pelayanan terkini.
Materi yang diberikan mencakup deteksi dini faktor risiko kehamilan, penatalaksanaan perdarahan obstetri, preeklamsia dan eklamsia, syok obstetri, resusitasi neonatal, penanganan bayi dengan kondisi gawat darurat, stabilisasi pasien sebelum rujukan, serta penguatan sistem komunikasi dan koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengambil keputusan klinis secara cepat, akurat, dan efektif ketika menghadapi kasus kegawatdaruratan.
Selain meningkatkan kompetensi individu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kabupaten Jember. Sinergi antara rumah sakit rujukan dengan puskesmas diharapkan mampu mempercepat sistem rujukan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjamin kesinambungan penanganan pasien dari tingkat pelayanan primer hingga rumah sakit rujukan.
Melalui terselenggaranya Pelatihan PKMN Angkatan ke-5 ini, RSD dr. Soebandi Jember berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di tempat tugas masing-masing. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, sekaligus mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Jember.